Lenght : twoshoot
Genre : romance(?)
Rate : all you
☆_Come back…pip…pip…,kembali lagi dengan FF yang baru….!! Ada-ada aja nih sumber inspirasi. 100% hasil pikiran sendiri, no plagiat…Kalo kurang berkenan, selalu tersedia tempat sampah khusus di cerita ini…silahkan tinggalkan di situ saja.. Happy reading…☆
Saat bangun,aku mendapati diriku bukan di kamar hotel yang aku tempati. Aku mencoba mengingat Ãpá yang terjadi semalam. Yang terlintas hanyalah aku minum sampai mabuk di bar hotel bersama seseorang laki-laki yang baru aku kenal. Selebihnya, aku tidak mengingatnya lagi.
Ku lirik seseorang yang kini berbaring di sampingku. Sepertinya dia tidur sangat pulas. Aku tidak ingin membangunkannya. Pelan-pelan aku bangun dari tidurku dan mencari pakaianku lalu memakainya.
Aku berencana pergi secara diam-diam tapi aku berpikir perlu meninggalkannya pesan. Aku mengambil sebuah kertas lalu menulis pesanku.
“Mianhae, sudah merepotkanmu tadi malam dan Gomawo atas bantuannya. Kalau jodoh,kita pasti bertemu kembali” -Mozza-
☆ ☆ ☆
Kejadian di hotel itu ternyata berakibat fatal bagi kelangsungan hidupku. Aku hamil dan ketika orang tuaku mengetahuinya. Mereka sangat marah.
“Mozza, sampai kapan kau akan terus membuat keluarga kita malu? Cepat katakan..siapa ayah dari bayi itu? Dia harus bertanggung-jawab.”kata ayahku dengan marahnya.
“Mozz,kasih tahu ayah dan ibu? Siapa laki-laki itu? Dia harus bertanggung-jawab atas bayi dalam kandunganmu..”Kata ibuku dengan berlinang air mata.
“Aku sudah dewasa ayah,ibu. Aku sudah memutuskan untuk membesarkannya sendiri”jelasku yakin pada kedua orang tuaku.
“Ãpá katamu? Kau mau jadi orang tua tunggal? Ãpá yang akan dikatakan rekan bisnis ayah jika putri satu-satunya hamil di luar nikah? Ãpá ini hasil didikan kami selama ini padamu?”Kata ayahku masih dengan amarah yang besar.
“Kenapa ayah selalu seperti ini? Ãpá lebih penting kebahagiaan rekan bisnis ayah di bandingkan putri ayah satu-satunya?” Jawabku emosi.
Aku lelah ayah selama ini terus seperti ini. Ayah selalu beranggapan uang dan semua fasilitas yang ayah beri itu sudah membuatku bahagia. Itu bentuk kasih sayang orang tua. Aku hanya ingin perhatian dari kalian. Tapi selama ini kalian selalu mengabaikanku. Terlalu sibuk dengan kerja kalian.
Plak…….
“Jaga bicaramu,Mozza. Siapa yang mengajarimu bicara kurang ajar sama orang tua?”Kata ayahku sambil menamparku.
“Mozz,dengarkan kata ayahmu. Jangan membantah. Cepat nak,katakan siapa laki-laki itu”kata ibu lagi. Tapi aku hanya terdiam sambil menahan sakit akibat tamparan ayah. Mianhae ibu, aku tidak bisa mengatakannya.
“Baik,kalau kau tidak mengatakannya. Gugurkan kandungan itu”kata ayah tegas. “Aku tidak mau,ayah. Aku akan membesarkannya sendiri. Dia darah dagingku. Aku tidak mau.”Jawabku sama tegasnya.
“Mozz, bagaimana kau membesarkannya nak? Itu tidak mungkin…”Kata ibuku lembut.
“Kalau itu pilihanmu,baiklah. Ayah setuju. Kau boleh membesarkannya tapi tidak di negara ini. Kau ayah kirim kembali ke korea. Jangan membantah. Ini keputusan akhir ayah”Kata ayahku lalu pergi meninggalkanku di ikuti oleh ibu.
“Baiklah, itu lebih baik. Aku juga sudah muak tinggal di rumah neraka ini” Batinku.
☆ ☆ ☆
3 tahun berlalu, aku kini bahagia dengan kehidupan sekarang. Di korea, aku tinggal bersama Ajumma. Ayah sedikit demi sedikit mulai bisa menerima keputusanku walaupun sampai sekarang belum mau menemui aku dan anakku Sky.
“Sky, habiskan makanannya, sayang?” Kataku pada Sky yang terus saja memainkan makanannya di piring.
“Aku sudah kenyang,Bunda”kata Sky lalu meletakkan sendok dan menghentikan aktivitas makannya.
“Kok gitu,sayang? Sky, baru makan sedikit. Bunda,suapin ya…?”Kataku lalu mengambil piring makanan itu.
“Ok deh!”Kata Sky gembira lalu melanjutkan makannya.
“Bagaimana kabar sekolah? Ãpá teman-temanmu baik?”Tanyaku pada Sky sambil terus menyuapinya.
“Ne..! Mereka semua baik Bunda. Aku senang punya banyak teman”jawab Sky gembira.
“Baguslah kalau begitu. Ãpá saja yang di ajarkan guru di sekolah?”
“Banyak Bunda. Menulis, menggambar, nyanyi”
“Wah,banyak ya! Yah sudah, bersihkan badanmu lalu ambil tas. Bunda antar ke sekolah”
“Ne…”Jawab Sky lalu berjalan ke kamarnya.
☆ ☆ ☆
“Yeoboseyo…”Kata seseorang di seberang sana.
“Ajumma, bisa tolong jemput Sky di sekolah? Aku tidak sempat menjemputnya. ađà hal yang harus aku selesaikan di perusahaan” kataku pada Ajumma.
“Baiklah,Nona…”
“Gomawo Ajumma” kataku lalu menutup telepon.
Ayah membuka cabang perusahaannya di korea sejak 1 tahun lalu. Sejak itu aku bertanggung jawab atas cabang perusahaan di sini. Selain bekerja di perusahaan, aku juga mengelola toko roti.
Awalnya, Ayah tidak menyetujuinya tapi akhirnya aku bisa membuktikan bahwa aku mampu membagi waktuku antara perusahaan dan toko roti.
Kesukaanku pada roti yang membuatku membuka sebuah toko roti. Aku tidak terlalu suka dengan suasana kerja di kantoran oleh karena itu, aku lebih banyak mengalihkan pekerjaan perusahaan ke toko roti. Asistenku yang bertanggung-jawab semua kegiatan di perusahaan. Jika ađà yang penting yang perlu aku hadiri barulah aku ke perusahaan seperti saat ini. Aku harus menghadiri rapat.
“Nona, mobil sudah siap”kata Ajusshi padaku ketika aku keluar ruanganku.
“Baiklah. Kita berangkat”kataku lalu berjalan memasuki mobil.
Setelah sampai di perusahaan, aku lalu bergegas ke ruanganku.
Tit..tit..tit
“Yeoboseyo”
“Nona, Sky……”
“Iya, Sky kenapa Ajumma? Ajumma sudah menjemputnya khan?”
“Itu dia masalahnya,Nona. Saat aku tiba di sekolah, Sky sudah tidak ađà. Sekolah sudah kosong”
“Mwo…? Sky tidak ađà di sekolah? Baiklah, Ajumma,jangan pergi kemana-mana. Aku kesana sekarang” kataku lalu mematikan telepon. “Maaf, aku harus pergi sekarang. Ađà urusan penting. Mr. Lee, lanjutkan pembahasannya. Hasilnya kirim lewat email. Aku akan memeriksanya di rumah” kataku lagi lalu meninggalkan ruanganku dan berlari tergesa-gesa.
Ya ƬűĤȃΝ, Ãpá yang sedang terjadi? Aku tidak ingin kehilangannya. Aku tidak mau ƬűĤȃΝ. Dia permata hatiku. Jangan biarkan sesuatu terjadi pada Sky.
Yonghwa melihat seorang anak kecil menangis di pinggir jalan. Lalu dia menghentikan mobilnya dan keluar menghampiri anak itu.
“Adik kecil, kenapa menangis?”Tanya yonghwa pada anak itu.
“Aku ingin pulang Ajusshi. Aku ingin ketemu Bunda. Kenapa Bunda tidak datang menjemputku?” Kata anak itu yang ternyata adalah Sky.
“Bagaimana kalau Ajusshi yang antar kau pulang?”
“Tapi kata Bunda aku tidak boleh pergi dengan orang asing”kata Sky polos dan sontak jawabannya itu membuat Yonghwa tersenyum.”Aigoo,lucu sekali anak ini”batin Yonghwa.
“Baiklah,Kalau begitu kita berkenalan. Namaku Yonghwa. Namamu siapa?”
“Namaku Sky, Ajusshi”kata Sky lalu membungkukkan badannya.
“Sky…? Nama yang indah. Karena kita sudah kenalan berarti Ajusshi bukan orang asing lagi”kata Yonghwa lalu mengelus kepala Sky pelan.
“Baiklah. Tapi bagaimana Ajusshi mengantarku pulang? Aku tidak hafal rumahku dimana”
“Kalau no telepon Bunda?”
“Aku ingat”kata Sky lalu memberitahukan no telepon Bundanya pada Yonghwa dan Yonghwapun menelepon.
“Baiklah,Ajusshi sudah menelepon Bundamu. Dia akan segera menjemputmu. Sambil menunggu Bundamu bagaimana kalau kita ke toko es krim di depan sana. Sky suka makan es krim khan?”
“Benarkah? Aku suka Ajusshi”kata Sky girang.
“Kajja..”Ajak Yonghwa lalu menggandeng tangan Sky pergi menuju toko es krim.
Selesai menerima telepon dari seseorang yang mengaku telah menemukan Sky, akupun segera menuju tempat yang orang itu katakan.
Betapa senang dan leganya aku mendengar anakku baik-baik saja. Setelah mencari kemana-mana, aku putus asa tidak menemukan Sky. Hampir saja aku melapor ke polisi tapi untungnya orang itu menelepon dan aku urungkan niatku itu.
“Sky….”Panggilku ketika melihat Sky duduk di kursi toko es krim sambil memakan es krim.
“Bunda….”Teriak Sky lalu berlari memelukku. Aku memeluk Sky dengan bahagia. “Ya ƬűĤȃΝ, terima kasih akhirnya aku bertemu dengan anakku juga”batinku.
“Sky, kemana saja? Kenapa bisa sampai kesini sayang? Kenapa tidak menunggu di sekolah?”Kataku bertubi-tubi tanpa melepaskan pelukannku padanya.
“Bunda, aku tidak bisa napas”kata Sky dengan susah payah. Akupun sontak melepaskan pelukanku.
“Mian..! Sekarang, Sky jawab pertanyaan Bunda. Sky kenapa bisa disini? Kenapa tidak menunggu di sekolah?” Kataku lalu menatapnya lembut.
“Sky menunggu di sekolah seperti biasa tapi saat menunggu Sky melihat kupu-kupu jadi Sky bermain dan mengejar kupu-kupu itu. Terus, kupu-kupunya hilang. Saat Sky melihat sekeliling ternyata Sky sudah tidak di sekolah. Sky takut Bunda. Sky menangis. Lalu Ajusshi menolong Sky dan menelepon Bunda”jelas Sky lalu menunjuk seseorang yang duduk di samping kami berdiri. Akupun segera mendekati orang itu.
“Kamsahamnida,Ajusshi…. Sudah menemukan anakku. Kamsahamnida…” Kataku sambil membungkukkan badanku.
“Jangan sungkan! Ini cuma hal kecil…” Kata orang itu lalu membungkukkan badannya juga.”Bukankah kamu Mozza…?”Kata orang itu lagi.
“Iya, darimana Ajusshi tahu namaku?”Kataku heran lalu menatapnya bingung.
“Jangan panggil aku Ajusshi. Aku tidak setua itu. Panggil aku Yonghwa saja. Ãpá kau tidak mengingatku?”
“Yonghwa siapa? Aku benar-benar tidak ingat?” Kataku lalu menggeleng kepalaku.
“Mungkin seperti itu. Aku bertemu denganmu 3 tahun lalu di paris. Ãpá kau mengingatnya?” Jelas Yonghwa lalu menatapku penuh harap.
Aku berusaha mengingatnya dan….
“Kau….”Kataku terhenti.
“Ãpá kau mengingatnya?”Kata Yonghwa antusias.
“Ne…! Eh, mianhae Yonghwa-ssi..aku pergi dulu. Kamsahamnida atas bantuannya hari ini.” Kataku lalu mengambil tas Sky yang terletak di atas meja.” Sky,ucapkan terima kasih pada Ajusshi”kataku lagi pada Sky.
“Kamsahamnida, Ajusshi..”Kata Sky lalu membungkukkan badannya.
“Ne…,senang bisa bertemu dengan anak pintar sepertimu Sky”Kata Yonghwa tersenyum sambil mengelus kepala Sky pelan. “Ãpá kita akan bertemu lagi Mozza?”Tanya yonghwa lalu menatapku.
“Kalau kita jodoh kita pasti bertemu kembali Yonghwa-ssi. Annyeong….” Jawabku tersenyum lalu menggandeng Sky meninggalkan Toko Es krim.
TO BE CONTINUE……

Tidak ada komentar:
Posting Komentar