Cast :
Lee jung shin'cn.blue', lena jung, park soo in,
Lenght
: oneshoot
Genre
: romantic sad
Rate :
all old
Annyeong,,,,,!!
Bete jaringan ΏğgåK banget... Jadinya malah ketik FF di hp....bukan cuma jempol
bengkak tapi mungkin crita FF ini ΏğgåK jelas...Mian coz nulis'nya dengan
prasaan kesal krn jaringan ngadat...!!
Yaa
udah, Happy Reading....!!
Kalo
kurang berkenan,silahkan tinggalin aj di tong sampah di cerita ini.....! ! !
♥Mencintai
itu seperti angin...tidak dapat di lihat tapi dapat di rasakan♥
"Nuna,
aku boleh minta pendapat?" Kata Jung shin ketika Mereka duduk di teras
rumah Lena jung menikmati keindahan malam ini.
"Hem,boleh..."Angguk
Lena Jung.
"Kalau
kita menyukai seseorang, haruskah kita mengungkapkannya?"
"Yups!
Kalau tidak diungkapkan bagaimana orang yang kita suka itu mengetahuinya"
"Menurut
Nuna,bagaimana cara kita mengungkapkannya?"
"Masing-masing
orang punya pendapat berbeda, ađà yang langsung mengatakannya tapi ađà juga
memilih mengungkapkannya secara diam-diam seperti memberi perhatian yang
lebih"
"Oh
begitu.."Kata Jung shin mengangguk tanda mengerti. "Tapi,jika tipenya
pilihan kedua memilih mengungkapkannya secara diam-diam tapi ternyata seseorang
yang di sukai itu tidak merasakannya. Kita harus bagaimana?"
"Harus
seperti pilihan pertama,langsung mengungkapkannya. Daripada terus tersiksa
dengan segala kemungkinan mending diungkapkan. Hasilnya sesuai harapan atau
tidak,itu bukan masalah. Intinya kita telah mengungkapkannya. Dengan begitu,
kita akan tahu Ãpá perasaan kita itu berbalas atau tidak"
"Oh,
seperti itu ya....!"Kata Jung shin sambil berpikir,mencerna semua
perkataan Lena Jung.
"Shin,
kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu? Ãpá ađà seseorang yang kau sukai?
Siapa? Ãpá nuna mengenalnya?" Tanya Lena jung bertubi-tubi sambil menatap
Jung shin minta penjelasan. Tidak lupa dengan tampangnya yang begitu penasaran.
"Nuna
mengenalnya. Sangat mengenalnya. Aku sudah lama menyukainya. Awalnya ku pikir
aku hanya menyayanginya seperti seorang sahabat, sebagai seorang teman ataupun
sebagai keluarga. Tapi seiring berjalannya waktu, aku sadari aku menyayanginya
lebih dari itu. Sejak saat itu, aku mulai memberi dia perhatian lebih, berusaha
selalu ađà buat dia. Aku ingin dia melihatku sebagai seorang namja tapi
ternyata semua usaha itu tetap tidak berhasil. Dia sedikitpun tidak
menyadarinya." Jelas Jung shin lesu lalu menyandarkan punggungnya di kursi
dan memandang keindahan langit malam ini.
"Aku
mengenalnya? Siapa?"Kata Lena jung terkejut tanpa melepaskan tatapannya
padaku.
"Jika
saatnya tiba,aku akan memberitahukannya pada Nuna." Kata Jung shin dengan
tersenyum. Suatu saat Nuna akan mengetahui siapa orang itu.
"Baiklah..."Kata
Lena jung sambil menepuk punggungku pelan.
"Menurut
Nuna, aku harus bagaimana?"Tanya Jung shin lagi.
"
Semua cara sudah kau lakukan, langkah terakhir adalah kau harus mengatakan pada
orang yang kau suka perasaanmu sebenarnya."Kata Lena jung meyakinkanku.
"Tapi,
sudah terlambat Nuna...! Dia telah menyukai orang lain"kata Jung shin
tertunduk lesu. Aku benar-benar tidak ađà harapan.
"Oh
begitu. Susah juga ya...."Kata Lena jung prihatin." Ãpá Kau begitu
menyukainya, shin?"Tanya Lena jung lagi.
"Sangat
Nuna. Aku sangat menyukainya. Aku menyukai semua yang ađà pada dirinya. Apapun
itu. Aku tidak ingin membuatnya bersedih,aku ingin melihatnya bahagia walaupun
harus mengorbankan kebahagiaanku. Yang terpenting buatku dia bahagia..."
Jelas Jung shin dengan mata berbinar-binar.
"Ne,Nuna
melihatnya. Kau memang menyukainya... Kalau begitu,ungkapkan saja perasaanmu.
Walaupun kau tahu dia tidak mungkin membalasnya. Yang terpenting,kau sudah
mengatakannya. Dengan begitu kau tidak terus menerus tenggelam dalam kesedihan
seperti in"
"Baiklah,aku
akan mengatakannya..pasti."Kata Jung shin semangat.
"Nuna,mendukungmu
shin.."
"Gomawo
Nuna,,"kata Jung shin sambil tersenyum pada Lena jung. "Eh Nuna,
bagaimana kabar hubungan Nuna dengan Yoochun hyung?"
"Seperti
biasa...dia perhatian, baik dan bisa menjagaku dengan baik. Aku semakin
menyayanginya Shin." Kata Lena jung bahagia.
"Baguslah
kalau begitu, aku bisa merelakan Nuna padanya."Kata Jung shin dengan
senyum simpul. Terkesan dipaksakan.
"Ãpá
katamu Shin?"
"Ani,kalau
Hyung macam-macam bilang padaku nuna. Aku pasti akan menghajarnya."Kata
Jung shin sambil menunjukkan kepalan tangannya.
"Hehehe,gomawo
Shin..."Kata Lena jung dengan tersenyum tulus pada jung shin dan di sambut
dengan tersenyum disertai anggukan kepala.
"Eh
Nuna,aku pulang dulu. Sudah malam. Ibu pasti memarahiku jika pulang terlalu
malam.."Pamit Jung shin lalu bangkit dari duduknya dan melangkah
meninggalkan rumah Lena jung menuju rumahnya yang tepat bersampingan dengan
rumah Lena jung.
"Salam
buat bibi ya...." Kata Lena jung sambil melambaikan tangannya pada Jung
shin dan masuk ke dalam rumahnya.
♥Seandainya
kau mau memalingkan sedikit pandanganmu padaku,mungkin kau akan mengerti Ãpá
yang aku rasakan♥
★★★
♥Cinta
adalah saat kamu masih bisa tersenyum untuknya meski kamu tau dia mencintai
orang lain♥
Jung
shin langkahkan kakinya memasuki halaman sekolah dengan lesu. Pemandangan
setiap pagi di depan rumahnya membuat dia sedih, kecewa dan tidak bersemangat.
Sedih karena yang di peluk itu bukan dia. Kecewa pada diri sendiri kenapa tidak
dari dulu mengungkapkan perasaannya. Tidak bersemangat karena pemandangan penuh
kemesraan itu harus dia lihat hampir setiap pagi.
"Masih
pagi-pagi melamun..."Kata seseorang sambil menepuk pundak Jung shin.
Sontak membuat dia kaget lalu berbalik melihat kearah orang itu.
"Yak,Park
soo in...Ãpá kau ingin membuatku kena serangan jantung?"
"Hehehe,mian
jung shin! Tapi kau daritadi aku panggil tidak sedikitpun
mendengarnya."Kata Park soo in nyengir.
Park
soo in adalah sahabat Jung shin sejak kelas 1 SMA. Sekarang mereka duduk di
kelas 3 dan sebentar lagi akan mengikuti ujian kelulusan. Soo in adalah seorang
yeoja tapi kelakuannya seperti seorang laki-laki. Jung shin selalu heran yeoja
seperti dia ternyata ađà juga yang menyukainya. Benar-benar malang yang menjadi
pacarnya. Hehehe, mianhae soo in....
"Benarkah?"Tanya
Jung shin santai.
"Aku
tahu,jika kau seperti ini pasti karena Lena Eonni khan?"Tebak Soo in
yakin.
"Ah,siapa
bilang? Aku cuma pusing memikirkan ujian yang tinggal beberapa minggu
lagi"Elak Jung shin.
"Hahaha...mukamu
merah. Berarti tebakanku benar.." Kata Soo in sambil tertawa. "
Kenapa lagi? Ãpá kau melihat pemandangan yang kurang mengenakan lagi pagi
ini?" Tebaknya lagi. Soo in mengetahui semuanya karena itu Jung shin tidak
mungkin mengelak lagi sekarang.
"Ya,
kira-kira begitulah...."
"Lebih
baik kau mengatakannya Jung shin. Daripada kau terus tersiksa karena perasaan
itu. Walaupun mungkin terlambat tapi kau bisa lega karena telah
mengatakannya." Kata soo in memberi pendapat.
"Seseorang
juga mengatakannya padaku.."Kataku sambil mengingat pembicaraan itu.
"Aigoo....uri Soo in ternyata telah dewasa sekarang.."Kata Jung shin
lagi lalu mengacak rambutnya.
"Yak,Jung
shin.....rambutku. Kau merusak dandananku.." Kata Soo in kesal sambil
merapikan rambutnya.
"Hahaha,
sejak kapan yeoja gadungan kayak kau memperhatikan dandanan...."Goda Jung
shin pada Soo in lalu berlari meninggalkannya.
"Yak,
Jung shin jangkung....jangan lari. Kau mau mati hah?"Teriak Soo in lalu
berlari mengejar Jung shin.
♥Terlambat
tidak mengapa daripada tidak mencobanya♥
★★★
♥Kita
mempunyai cinta tapi terkadang cinta yang kita rasakan tidak selalu bisa untuk
memiliki♥
Sudah
beberapa minggu Jung shin di sibukkan oleh ujian kelulusan. Mengikuti bimbingan
belajar agar bisa siap mengikuti ujian kelulusan. Sejak saat itu pula Jung shin
tidak bertemu dan menjalin komunikasi dengan Lena jung. Jung shin sengaja tidak
menghubunginya selama proses persiapan mengikuti ujian karena Jung shin ingin
fokus pada ujian. Jika melihat Lena jung konsentrasinya terbelah. Lena jung
juga sepertinya mengerti karena walaupun mereka bertetangga dia tidak
mengganggunya..
Sekarang,
Jung shin telah bebas dengan kegiatan ujian. Dia begitu ingin bertemu dengan
Lena jung. Beberapa minggu tidak mendengar suaranya. Tidak bertemu denganya
membuat Jung shin merindukannya lebih. Jung shin pun mengambil HP yang terletak
di atas meja kamarnya dan mengirimkan Jung shin pesan.
Send
to : Nuna
Pesan
: Nuna, aku sudah selesai ujian. Kita jalan-jalan yuk...! Aku ingin merayakan
kebebasanku.
Tit...tit...tit....
Sender
from : Nuna
pesan
: baiklah...Ketemu dimana shin?
Send
to : Nuna
Pesan
: Taman kota. Jam 4 sore.
Tit...tit...tit....
Sender
from : Nuna
Pesan
: Ok. Sampai ketemu jam 4.
Jam 4
sore, Taman kota.....
"Sudah
lama menunggu shin?"Sapa Lena sambil menjatuhkan badannya di samping Jung
shin.
"Baru
saja..."Kata Jung shin lalu menawarkan minuman dingin pada Lena.
"Minumlah, Nuna pasti haus"
"Gomawo"kata
Lena lalu meneguk minuman itu. "Bagaimana ujianmu? Berhasil?" Tanya
Lena.
"Berhasil
donk...."Jawab Jung shin semangat.
"Baguslah....terus
Ãpá rencanamu setelah ini?"Tanya Lena sambil kembali meneguk minumannya.
"Belum
tahu. Aku masih bingung.."Kata Jung shin santai sambil mengunyah makanan
ringan.
"Oh
begitu..."Kata Lena lagi. Dan mereka pun terdiam dengan pikiran
masing-masing.
"Shin.........."Panggil
Lena.
"Iya,
ađà Ãpá Nuna?" Jawab Jung shin lalu menatapnya.
"Kau
tahu....,aku punya berita gembira. Yoochun melamarku semalam. Aku sangat
bahagia shin... Dia memberikanku cincin ini..."Kata Lena dengan wajah
berseri sambil memamerkan cincin yang kini melingkar di jari manisnya.
Deg.......!
! Yoochun hyung melamar nuna? Ãpá aku tidak salah dengar? Ya ƬűĤȃΝ, aku
tidak tahu harus bersikap seperti Ãpá? Melihat Nuna begitu bahagia, tidak
mungkin aku tega merusak kebahagiaan nuna? Tapi hatiku begitu sakit. Aku merasakan
sakit yang teramat dalam seakan habis tertindih beban yang begitu berat.
Membuatku susah untuk bernapas. Jika ini mimpi, sadarkan aku.
"Yak,
mengapa wajahmu seperti itu? Ãpá kau tidak ingin memberiku selamat?"Kata
Lena mengagetkan lamunan Jung shin.
"Eh
ne, chukkae Nuna...."Kata Jung shi dengan senyum yang di paksakan.
"Gomawo,
shin..." Kata Lena dengan senyum yang terus tersungging di bibirnya.
"Nuna,
bolehkah aku memelukmu sekali ini saja?" Kata Jung shin lalu tanpa
menunggu persetujuan Lena. Jung shin pun menarik Lena jung ke dalam pelukannya.
Memeluknya erat. Melepaskan semua perasaannya. Mungkin ini yang terbaik.
♥Jangan
terus menangisi cinta yang tidak berbalas karena kelak kamu akan berterima
kasih pada Tuhan yang tidak pernah salah memasangkan jodohmu♥
★★★
♥Saat
mencintai seseorang kamu harus siap dengan apapun yang terjadi dengan cinta
itu, entah bahagia atapun sedih♥
Tok..tok..tok....
Terdengar
ketukan pintu di rumah lena. Dan lenapun berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Annyeong
Eonni......"Sapa Soo in.
"Annyeong......!!
Masuklah......."Kata Lena lalu berjalan duluan memasuki rumahnya.
"Ađà
Ãpá Soo in? Tumben maen ke rumah Eonni..." Tanya Lena lagi dalam
bingungnya.
"Ani
Eonni....! Aku cuma mau memberika titipan Jung shin buat Nuna..." Jelas
Soo in tentang maksud kedatangannya.
"Titipan?
Rumah kami bertetangga. Kenapa dia malah menyuruhmu yang memberikannya? Dia
khan bisa memberikannya sendiri."Kata Lena masih di liputi kebingungan.
"Dia
tidak mungkin lagi memberikannya pada Eonni. Jadi, dia menyuruhku."Kata
Soo in lalu mengeluarkan kotak dari dalam tasnya dan memberikannya pada Lena
jung.
"Gomawo...
Tapi,ini Ãpá?"Tanya lena sambil memperhatikan kotak itu seksama. Mulai
mencoba menebak isinya seperti Ãpá.
"Nanti
juga Eonni tahu... Kalau begitu, aku permisi Eonni."Kata Soo in berpamitan
lalu berdiri dan melangkah keluar. "Annyeong..."
"Ne,Annyeong...."
Jawab Lena lalu menutup pintu rumahnya.
Aku
terus menatap kotak pemberian Jung shin dengan perasaan campur aduk. Ãpá
sebenarnya isi kotak ini? Ãpá maksud Jung shin menitipkannya pada Soo in?
Kenapa dia tidak memberikannya langsung padaku? Ađà Ãpá dengannya? Tapi jika
terus menatapnya seperti ini, semua pertanyaan ini tidak akan terjawab.
Dengan
perasaan deg-degan, aku pun memberanikan membuka isi kotak itu. Isi kotak itu
adalah sebuah kaset dvd dan Boneka pajangan kayu berbentuk beruang dengan
ukiran nama aku.
Astaga,
ini khan boneka pajangan yang aku sangat sukai ketika kami jalan-jalan ke Mall
waktu itu. Cuma aku belum bisa membelinya karena uangku belum cukup.
Gomawo,Jung shin......
Aku
pun memutar kaset dvd itu dan selanjutnya aku duduk terpaku melihat Ãpá yang
kini muncul di layar tv.
►Annyeong
nuna....kaget ya? Hehehe....
Mianhae
Nuna,...aku sengaja menitip semua itu ma Soo in. Semoga Nuna menyukainya. Tapi
aku yakin, Nuna pasti menyukainya karena pajangan itu sangat Nuna sukai ketika
kita jalan bersama di Mall. Apalagi Nuna sangat menyukai beruang.
Mianhae
Nuna, saat Nuna menerima semua ini. Aku tidak lagi ađà di korea. Aku telah
terbang ke Amerika untuk melanjutkan studyku. Nuna,pernah bilang aku harus
memikirkan masa depanku maka inilah yang aku pikirkan sekarang.
Mianhae
Nuna, aku tidak mengatakannya pada Nuna apalagi berpamitan. Sejujurnya aku
tidak sanggup berpisah apalagi untuk waktu yang lama tidak melihat Nuna. Ini
adalah hal terberat yang aku alami. Makanya aku memilih berpamitan dengan cara
seperti ini.
Nuna,
aku punya sebuah rahasia. Aku percaya pada Nuna. Nuna pasti bisa menjaga
rahasia. Nuna, masih ingat yang ku ceritakan tentang seseorang yang aku sukai?
Kini aku membagi rahasia itu pada Nuna.
Aku
pernah bilang kalau seseorang itu sangat dikenal oleh Nuna. Nuna mengenalnya
karena seseorang itu adalah Nuna. Aku menyukai Nuna. Aku tidak tahu kapan
perasaan ini muncul. Tapi aku tidak ingin mengatakannya karena aku tidak ingin
merusak persahabatan kita yang sudah terjalin lama dengan pengakuan itu.
Nuna
pernah bilang untuk tetap mengatakannya walaupun ternyata terlambat. Kini, aku
mengatakannya... Mianhae Nuna, Saranghaeyo......! Aku tulus menyayangi Nuna.
Selamat
atas lamaran Nuna...sejujurnya aku merasa terluka tapi aku tidak ingin egois.
Nuna terlihat bahagia jadi dengan semua cinta yang aku miliki, aku merestui
Nuna. Aku yakin Hyung Yoochun bisa menjaga Nuna dengan baik.
Nuna,
jangan merasa bersalah karena pengakuanku ini. Aku lega sudah mengatakannya.
Semua beban yang menghimpit di dadaku seakan hilang berganti perasaan bahagia.
Jangan bersedih Nuna. Aku harap Nuna hidup dengan baik. Tersenyumlah.....karena
itu yang aku harapkan.
Aku
pasti akan merindukan Nuna.
Annyeong
Nuna.......Hiduplah dengan baik. Hwaiting......! ! !
Dan
kini,akupun terduduk menangis sedih. Tidak menyangka Ãpá yang kini aku alami.
Gomawo Shin..... Aku pasti tersenyum dan hidup dengan baik...
THE
END
♥Mencintai
adalah anugerah karena cinta tidak pernah salah♥

Tidak ada komentar:
Posting Komentar