Free Flower Cursors at www.totallyfreecursors.com
SEINDAH LANGIT BIRU: Mianhae Nuna, Saranghaeyo...

Rabu, 19 September 2012

Mianhae Nuna, Saranghaeyo...




Cast : Lee jung shin'cn.blue', lena jung, park soo in,
Lenght : oneshoot
Genre : romantic sad
Rate : all old

Annyeong,,,,,!! Bete jaringan ΏğgåK banget... Jadinya malah ketik FF di hp....bukan cuma jempol bengkak tapi mungkin crita FF ini ΏğgåK jelas...Mian coz nulis'nya dengan prasaan kesal krn jaringan ngadat...!!
Yaa udah, Happy Reading....!!
Kalo kurang berkenan,silahkan tinggalin aj di tong sampah di cerita ini.....! ! !

Mencintai itu seperti angin...tidak dapat di lihat tapi dapat di rasakan

"Nuna, aku boleh minta pendapat?" Kata Jung shin ketika Mereka duduk di teras rumah Lena jung menikmati keindahan malam ini.
"Hem,boleh..."Angguk Lena Jung.
"Kalau kita menyukai seseorang, haruskah kita mengungkapkannya?"
"Yups! Kalau tidak diungkapkan bagaimana orang yang kita suka itu mengetahuinya"
"Menurut Nuna,bagaimana cara kita mengungkapkannya?"
"Masing-masing orang punya pendapat berbeda, ađà yang langsung mengatakannya tapi ađà juga memilih mengungkapkannya secara diam-diam seperti memberi perhatian yang lebih"
"Oh begitu.."Kata Jung shin mengangguk tanda mengerti. "Tapi,jika tipenya pilihan kedua memilih mengungkapkannya secara diam-diam tapi ternyata seseorang yang di sukai itu tidak merasakannya. Kita harus bagaimana?"
"Harus seperti pilihan pertama,langsung mengungkapkannya. Daripada terus tersiksa dengan segala kemungkinan mending diungkapkan. Hasilnya sesuai harapan atau tidak,itu bukan masalah. Intinya kita telah mengungkapkannya. Dengan begitu, kita akan tahu Ãpá perasaan kita itu berbalas atau tidak"
"Oh, seperti itu ya....!"Kata Jung shin sambil berpikir,mencerna semua perkataan Lena Jung.
"Shin, kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu? Ãpá ađà seseorang yang kau sukai? Siapa? Ãpá nuna mengenalnya?" Tanya Lena jung bertubi-tubi sambil menatap Jung shin minta penjelasan. Tidak lupa dengan tampangnya yang begitu penasaran.
"Nuna mengenalnya. Sangat mengenalnya. Aku sudah lama menyukainya. Awalnya ku pikir aku hanya menyayanginya seperti seorang sahabat, sebagai seorang teman ataupun sebagai keluarga. Tapi seiring berjalannya waktu, aku sadari aku menyayanginya lebih dari itu. Sejak saat itu, aku mulai memberi dia perhatian lebih, berusaha selalu ađà buat dia. Aku ingin dia melihatku sebagai seorang namja tapi ternyata semua usaha itu tetap tidak berhasil. Dia sedikitpun tidak menyadarinya." Jelas Jung shin lesu lalu menyandarkan punggungnya di kursi dan memandang keindahan langit malam ini.
"Aku mengenalnya? Siapa?"Kata Lena jung terkejut tanpa melepaskan tatapannya padaku.
"Jika saatnya tiba,aku akan memberitahukannya pada Nuna." Kata Jung shin dengan tersenyum. Suatu saat Nuna akan mengetahui siapa orang itu.
"Baiklah..."Kata Lena jung sambil menepuk punggungku pelan.
"Menurut Nuna, aku harus bagaimana?"Tanya Jung shin lagi.
" Semua cara sudah kau lakukan, langkah terakhir adalah kau harus mengatakan pada orang yang kau suka perasaanmu sebenarnya."Kata Lena jung meyakinkanku.
"Tapi, sudah terlambat Nuna...! Dia telah menyukai orang lain"kata Jung shin tertunduk lesu. Aku benar-benar tidak ađà harapan.
"Oh begitu. Susah juga ya...."Kata Lena jung prihatin." Ãpá Kau begitu menyukainya, shin?"Tanya Lena jung lagi.
"Sangat Nuna. Aku sangat menyukainya. Aku menyukai semua yang ađà pada dirinya. Apapun itu. Aku tidak ingin membuatnya bersedih,aku ingin melihatnya bahagia walaupun harus mengorbankan kebahagiaanku. Yang terpenting buatku dia bahagia..." Jelas Jung shin dengan mata berbinar-binar.
"Ne,Nuna melihatnya. Kau memang menyukainya... Kalau begitu,ungkapkan saja perasaanmu. Walaupun kau tahu dia tidak mungkin membalasnya. Yang terpenting,kau sudah mengatakannya. Dengan begitu kau tidak terus menerus tenggelam dalam kesedihan seperti in"
"Baiklah,aku akan mengatakannya..pasti."Kata Jung shin semangat.
"Nuna,mendukungmu shin.."
"Gomawo Nuna,,"kata Jung shin sambil tersenyum pada Lena jung. "Eh Nuna, bagaimana kabar hubungan Nuna dengan Yoochun hyung?"
"Seperti biasa...dia perhatian, baik dan bisa menjagaku dengan baik. Aku semakin menyayanginya Shin." Kata Lena jung bahagia.
"Baguslah kalau begitu, aku bisa merelakan Nuna padanya."Kata Jung shin dengan senyum simpul. Terkesan dipaksakan.
"Ãpá katamu Shin?"
"Ani,kalau Hyung macam-macam bilang padaku nuna. Aku pasti akan menghajarnya."Kata Jung shin sambil menunjukkan kepalan tangannya.
"Hehehe,gomawo Shin..."Kata Lena jung dengan tersenyum tulus pada jung shin dan di sambut dengan tersenyum disertai anggukan kepala.
"Eh Nuna,aku pulang dulu. Sudah malam. Ibu pasti memarahiku jika pulang terlalu malam.."Pamit Jung shin lalu bangkit dari duduknya dan melangkah meninggalkan rumah Lena jung menuju rumahnya yang tepat bersampingan dengan rumah Lena jung.
"Salam buat bibi ya...." Kata Lena jung sambil melambaikan tangannya pada Jung shin dan masuk ke dalam rumahnya.

Seandainya kau mau memalingkan sedikit pandanganmu padaku,mungkin kau akan mengerti Ãpá yang aku rasakan

★★★

Cinta adalah saat kamu masih bisa tersenyum untuknya meski kamu tau dia mencintai orang lain

Jung shin langkahkan kakinya memasuki halaman sekolah dengan lesu. Pemandangan setiap pagi di depan rumahnya membuat dia sedih, kecewa dan tidak bersemangat. Sedih karena yang di peluk itu bukan dia. Kecewa pada diri sendiri kenapa tidak dari dulu mengungkapkan perasaannya. Tidak bersemangat karena pemandangan penuh kemesraan itu harus dia lihat hampir setiap pagi.
"Masih pagi-pagi melamun..."Kata seseorang sambil menepuk pundak Jung shin. Sontak membuat dia kaget lalu berbalik melihat kearah orang itu.
"Yak,Park soo in...Ãpá kau ingin membuatku kena serangan jantung?"
"Hehehe,mian jung shin! Tapi kau daritadi aku panggil tidak sedikitpun mendengarnya."Kata Park soo in nyengir.
Park soo in adalah sahabat Jung shin sejak kelas 1 SMA. Sekarang mereka duduk di kelas 3 dan sebentar lagi akan mengikuti ujian kelulusan. Soo in adalah seorang yeoja tapi kelakuannya seperti seorang laki-laki. Jung shin selalu heran yeoja seperti dia ternyata ađà juga yang menyukainya. Benar-benar malang yang menjadi pacarnya. Hehehe, mianhae soo in....
"Benarkah?"Tanya Jung shin santai.
"Aku tahu,jika kau seperti ini pasti karena Lena Eonni khan?"Tebak Soo in yakin.
"Ah,siapa bilang? Aku cuma pusing memikirkan ujian yang tinggal beberapa minggu lagi"Elak Jung shin.
"Hahaha...mukamu merah. Berarti tebakanku benar.." Kata Soo in sambil tertawa. " Kenapa lagi? Ãpá kau melihat pemandangan yang kurang mengenakan lagi pagi ini?" Tebaknya lagi. Soo in mengetahui semuanya karena itu Jung shin tidak mungkin mengelak lagi sekarang.
"Ya, kira-kira begitulah...."
"Lebih baik kau mengatakannya Jung shin. Daripada kau terus tersiksa karena perasaan itu. Walaupun mungkin terlambat tapi kau bisa lega karena telah mengatakannya." Kata soo in memberi pendapat.
"Seseorang juga mengatakannya padaku.."Kataku sambil mengingat pembicaraan itu. "Aigoo....uri Soo in ternyata telah dewasa sekarang.."Kata Jung shin lagi lalu mengacak rambutnya.
"Yak,Jung shin.....rambutku. Kau merusak dandananku.." Kata Soo in kesal sambil merapikan rambutnya.
"Hahaha, sejak kapan yeoja gadungan kayak kau memperhatikan dandanan...."Goda Jung shin pada Soo in lalu berlari meninggalkannya.
"Yak, Jung shin jangkung....jangan lari. Kau mau mati hah?"Teriak Soo in lalu berlari mengejar Jung shin.

Terlambat tidak mengapa daripada tidak mencobanya

★★★

Kita mempunyai cinta tapi terkadang cinta yang kita rasakan tidak selalu bisa untuk memiliki

Sudah beberapa minggu Jung shin di sibukkan oleh ujian kelulusan. Mengikuti bimbingan belajar agar bisa siap mengikuti ujian kelulusan. Sejak saat itu pula Jung shin tidak bertemu dan menjalin komunikasi dengan Lena jung. Jung shin sengaja tidak menghubunginya selama proses persiapan mengikuti ujian karena Jung shin ingin fokus pada ujian. Jika melihat Lena jung konsentrasinya terbelah. Lena jung juga sepertinya mengerti karena walaupun mereka bertetangga dia tidak mengganggunya..
Sekarang, Jung shin telah bebas dengan kegiatan ujian. Dia begitu ingin bertemu dengan Lena jung. Beberapa minggu tidak mendengar suaranya. Tidak bertemu denganya membuat Jung shin merindukannya lebih. Jung shin pun mengambil HP yang terletak di atas meja kamarnya dan mengirimkan Jung shin pesan.

Send to : Nuna
Pesan : Nuna, aku sudah selesai ujian. Kita jalan-jalan yuk...! Aku ingin merayakan kebebasanku.

Tit...tit...tit....
Sender from : Nuna
pesan : baiklah...Ketemu dimana shin?

Send to : Nuna
Pesan : Taman kota. Jam 4 sore.

Tit...tit...tit....
Sender from : Nuna
Pesan : Ok. Sampai ketemu jam 4.

Jam 4 sore, Taman kota.....

"Sudah lama menunggu shin?"Sapa Lena sambil menjatuhkan badannya di samping Jung shin.
"Baru saja..."Kata Jung shin lalu menawarkan minuman dingin pada Lena. "Minumlah, Nuna pasti haus"
"Gomawo"kata Lena lalu meneguk minuman itu. "Bagaimana ujianmu? Berhasil?" Tanya Lena.
"Berhasil donk...."Jawab Jung shin semangat.
"Baguslah....terus Ãpá rencanamu setelah ini?"Tanya Lena sambil kembali meneguk minumannya.
"Belum tahu. Aku masih bingung.."Kata Jung shin santai sambil mengunyah makanan ringan.
"Oh begitu..."Kata Lena lagi. Dan mereka pun terdiam dengan pikiran masing-masing.
"Shin.........."Panggil Lena.
"Iya, ađà Ãpá Nuna?" Jawab Jung shin lalu menatapnya.
"Kau tahu....,aku punya berita gembira. Yoochun melamarku semalam. Aku sangat bahagia shin... Dia memberikanku cincin ini..."Kata Lena dengan wajah berseri sambil memamerkan cincin yang kini melingkar di jari manisnya.
Deg.......! ! Yoochun hyung melamar nuna? Ãpá aku tidak salah dengar? Ya ƬűĤȃΝ, aku tidak tahu harus bersikap seperti Ãpá? Melihat Nuna begitu bahagia, tidak mungkin aku tega merusak kebahagiaan nuna? Tapi hatiku begitu sakit. Aku merasakan sakit yang teramat dalam seakan habis tertindih beban yang begitu berat. Membuatku susah untuk bernapas. Jika ini mimpi, sadarkan aku.
"Yak, mengapa wajahmu seperti itu? Ãpá kau tidak ingin memberiku selamat?"Kata Lena mengagetkan lamunan Jung shin.
"Eh ne, chukkae Nuna...."Kata Jung shi dengan senyum yang di paksakan.
"Gomawo, shin..." Kata Lena dengan senyum yang terus tersungging di bibirnya.
"Nuna, bolehkah aku memelukmu sekali ini saja?" Kata Jung shin lalu tanpa menunggu persetujuan Lena. Jung shin pun menarik Lena jung ke dalam pelukannya. Memeluknya erat. Melepaskan semua perasaannya. Mungkin ini yang terbaik.

Jangan terus menangisi cinta yang tidak berbalas karena kelak kamu akan berterima kasih pada Tuhan yang tidak pernah salah memasangkan jodohmu

★★★

Saat mencintai seseorang kamu harus siap dengan apapun yang terjadi dengan cinta itu, entah bahagia atapun sedih

Tok..tok..tok....

Terdengar ketukan pintu di rumah lena. Dan lenapun berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Annyeong Eonni......"Sapa Soo in.
"Annyeong......!! Masuklah......."Kata Lena lalu berjalan duluan memasuki rumahnya.
"Ađà Ãpá Soo in? Tumben maen ke rumah Eonni..." Tanya Lena lagi dalam bingungnya.
"Ani Eonni....! Aku cuma mau memberika titipan Jung shin buat Nuna..." Jelas Soo in tentang maksud kedatangannya.
"Titipan? Rumah kami bertetangga. Kenapa dia malah menyuruhmu yang memberikannya? Dia khan bisa memberikannya sendiri."Kata Lena masih di liputi kebingungan.
"Dia tidak mungkin lagi memberikannya pada Eonni. Jadi, dia menyuruhku."Kata Soo in lalu mengeluarkan kotak dari dalam tasnya dan memberikannya pada Lena jung.
"Gomawo... Tapi,ini Ãpá?"Tanya lena sambil memperhatikan kotak itu seksama. Mulai mencoba menebak isinya seperti Ãpá.
"Nanti juga Eonni tahu... Kalau begitu, aku permisi Eonni."Kata Soo in berpamitan lalu berdiri dan melangkah keluar. "Annyeong..."
"Ne,Annyeong...." Jawab Lena lalu menutup pintu rumahnya.

Aku terus menatap kotak pemberian Jung shin dengan perasaan campur aduk. Ãpá sebenarnya isi kotak ini? Ãpá maksud Jung shin menitipkannya pada Soo in? Kenapa dia tidak memberikannya langsung padaku? Ađà Ãpá dengannya? Tapi jika terus menatapnya seperti ini, semua pertanyaan ini tidak akan terjawab.
Dengan perasaan deg-degan, aku pun memberanikan membuka isi kotak itu. Isi kotak itu adalah sebuah kaset dvd dan Boneka pajangan kayu berbentuk beruang dengan ukiran nama aku.
Astaga, ini khan boneka pajangan yang aku sangat sukai ketika kami jalan-jalan ke Mall waktu itu. Cuma aku belum bisa membelinya karena uangku belum cukup. Gomawo,Jung shin......
Aku pun memutar kaset dvd itu dan selanjutnya aku duduk terpaku melihat Ãpá yang kini muncul di layar tv.

Annyeong nuna....kaget ya? Hehehe....
Mianhae Nuna,...aku sengaja menitip semua itu ma Soo in. Semoga Nuna menyukainya. Tapi aku yakin, Nuna pasti menyukainya karena pajangan itu sangat Nuna sukai ketika kita jalan bersama di Mall. Apalagi Nuna sangat menyukai beruang.
Mianhae Nuna, saat Nuna menerima semua ini. Aku tidak lagi ađà di korea. Aku telah terbang ke Amerika untuk melanjutkan studyku. Nuna,pernah bilang aku harus memikirkan masa depanku maka inilah yang aku pikirkan sekarang.
Mianhae Nuna, aku tidak mengatakannya pada Nuna apalagi berpamitan. Sejujurnya aku tidak sanggup berpisah apalagi untuk waktu yang lama tidak melihat Nuna. Ini adalah hal terberat yang aku alami. Makanya aku memilih berpamitan dengan cara seperti ini.
Nuna, aku punya sebuah rahasia. Aku percaya pada Nuna. Nuna pasti bisa menjaga rahasia. Nuna, masih ingat yang ku ceritakan tentang seseorang yang aku sukai? Kini aku membagi rahasia itu pada Nuna.
Aku pernah bilang kalau seseorang itu sangat dikenal oleh Nuna. Nuna mengenalnya karena seseorang itu adalah Nuna. Aku menyukai Nuna. Aku tidak tahu kapan perasaan ini muncul. Tapi aku tidak ingin mengatakannya karena aku tidak ingin merusak persahabatan kita yang sudah terjalin lama dengan pengakuan itu.
Nuna pernah bilang untuk tetap mengatakannya walaupun ternyata terlambat. Kini, aku mengatakannya... Mianhae Nuna, Saranghaeyo......! Aku tulus menyayangi Nuna.
Selamat atas lamaran Nuna...sejujurnya aku merasa terluka tapi aku tidak ingin egois. Nuna terlihat bahagia jadi dengan semua cinta yang aku miliki, aku merestui Nuna. Aku yakin Hyung Yoochun bisa menjaga Nuna dengan baik.
Nuna, jangan merasa bersalah karena pengakuanku ini. Aku lega sudah mengatakannya. Semua beban yang menghimpit di dadaku seakan hilang berganti perasaan bahagia. Jangan bersedih Nuna. Aku harap Nuna hidup dengan baik. Tersenyumlah.....karena itu yang aku harapkan.
Aku pasti akan merindukan Nuna.
Annyeong Nuna.......Hiduplah dengan baik. Hwaiting......! ! !

Dan kini,akupun terduduk menangis sedih. Tidak menyangka Ãpá yang kini aku alami. Gomawo Shin..... Aku pasti tersenyum dan hidup dengan baik...

THE END

Mencintai adalah anugerah karena cinta tidak pernah salah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar