Lenght : twoshoot
Genre : romance(?)
Rate : all you
Akhirnya, bisa juga selesaikan FF ini. Dengan susah payah nguras otak biar muncul ide n semoga aja di sukai yaa… #ngarepSangat.com
Seperti biasa…kurang berkenan di hati jangan sungkan,tinggalkan aja di tong sampah cerita.. Hikz…..!!
“Bunda, ayah Sky kemana?”Tanya Sky ketika kami tidur.
Deg….., pertanyaan yang selama ini aku takutkan. Aku tahu suatu saat Sky akan bertanya seperti itu. Aku bingung harus menjelaskannya. Dia masih terlalu kecil untuk mengerti.
Aku juga bingung Ãpá yang akan aku katakan padanya. Aku belum menikah. Kejadian itu bukan direncanakan. Aku pun bingung Ãpá aku harus mengatakan sebenarnya pada Yonghwa bahwa Sky anaknya. Aku tidak ingin menyalahkan dia. Aku tidak tahu sampai kapan menyimpan rahasia ini? Tapi jika mengatakannya pada yonghwa Ãpá itu yang terbaik? Bagaimana jika dia telah mempunyai keluarga? Tapi dia juga berhak tahu bahwa dia ayah dari sky walaupun aku memang tidak mengharuskan pertanggung-jawabannya terhadapku. Tanpanya pun, aku bisa merawat sky.
“Bunda, kenapa diam? Ayah sky kemana?” Tanya sky membuyarkan lamunanku.
“Eh, sudah malam sayang.. Sky, bobo aja yaa, khan besok mau masuk sekolah?” Kataku mengalihkan pertanyaannya.
“Tapi Bunda…”Protes Sky.
“Kalau tidak mau bobo, besok bunda tidak belikan es krim kesukaan sky…”Kataku pura-pura ngambek.
“Benarkah? Kalau begitu, sky bobo deh”kata sky lalu menutup matanya.
“Good night, sayang. Sweet dream…”Kataku lalu mengecup kepalanya.”Maafkan bunda sky, belum bisa mengatakannya…”Batinku.
♬ ♬ ♬
“Bunda, Ãpá kita akan bertemu Ajusshi lagi?”Tanya sky ketika kami sedang duduk menikmati es krim.
Setelah aku menjemputnya pulang sekolah, sky terus menagih janjiku untuk membelikannya es krim.
“Ajjushi siapa maksud, sky…?”Tanyaku sambil mengelap sisa-sisa es krim di pipinya.
“Ajjushi es krim yang waktu itu menolong sky”
“Oh, kenapa tiba-tiba sky ingin bertemu Ajjushi itu?”Kataku berusaha tenang walaupun sebenarnya aku kaget mendengar perkataan sky.
“Dia baik dan tampan. Sky suka Ajjushi makanya sky ingin bertemu Ajjushi” jelas sky dengan mata berbinar.
“Oh begitu”kataku manggut-manggut.
“Kapan ya sky bisa ketemu Ajjushi?”Kata sky lagi dengan nada sedih dan berharap.
“Suatu saat pasti sky ketemu Ajjushi.Ya udah, sekarang kita pulang” jelasku.
“Benarkah? Asyik, sky bisa ketemu Ajjushi..” Kata sky girang lalu kamipun meninggalkan toko es krim.
♬ ♬ ♬
“Eomma……”Kataku kaget ketika memasuki rumah dan mendapati ibuku sedang duduk di depan tv. ” Bagaimana bisa Eomma ađà di sini? Bukankah…..??”
“Bunda, nuguya?”Kata sky sambil menarik-narik ujung bajuku.
“Itu halmonimu,sayang. Kasih salam pada halmoni..”Kataku bangun dari keterkejutanku.
“Annyeong haseyo,halmoni…”Kata sky lalu membungkukkan badannya.
“Omoo, cucuku. Betapa manis dan pintarnya”kata ibuku lalu memeluk sky bahagia.
“Eomma,kapan tiba? Appa juga datang?”Tanyaku lalu duduk di kursi tepat depan ibuku.
“Ne..,temui Appamu di teras belakang”kata ibuku lalu memberi isyarat untuk berdiri.
“Tapi Eomma…”Protesku. Aku masih takut untuk bertemu Ayahku. Aku takut ayahku masih marah.
“Tidak apa-apa! Appamu tidak mungkin datang kemari kalau dia masih marah. Appa yang mengajak Eomma untuk mengunjungimu?”Jelas ibuku lembut.
“Benarkah? Baiklah, aku temui Appa”kataku masih dengan terkejut lalu berdiri, melangkah pergi menuju teras belakang.
Sesampainya di depan pintu keluar menuju teras, aku berdiri sesaat mengumpulkan segenap energiku dan melangkah.
“Appa….”Panggilku pelan lalu mendekati tempat ayahku. Ayahku menoleh melihatku.
“Eh kau sudah pulang? Mana anakmu, Appa ingin bertemu dengannya”kata ayahku yang sontak membuatku kaget. Bukannya menjawab aku malah memeluk ayahku dan menangis.
“Mianhaen,Appa….”Kataku terisak.
“Appa yang harus minta maaf sudah terlalu keras padamu selama ini”kata ayahku lalu membalas pelukanku.
“Aniyo! Aku emang salah. Aku yang harus minta maaf pada Appa”gelengku masih dengan terisak.
“Haraboji…”
Terdengar panggilan sky yang membuatku melepaskan pelukan pada ayahku lalu menghapus sisa air mataku.
“Ãpá dia cucu Appa?”Tanya Ayahku pelan dan aku jawab dengan anggukan kepala.
“Sini sayang, peluk Haraboji…”Kata ayahku pada sky lalu skypun berlari kearah ayahku dan memeluknya.
Makasih ƬűĤȃΝ,akhirnya hari ini terjadi juga. Ayahku bisa menerima kehadiran sky.
♬ ♬ ♬
“Mwo…..?”Teriakku kaget mendengar perkataan ayahku. “Tapi Appa….?”Kataku dengan memelas.
“Ayah tidak memaksamu untuk menyetujui perjodohan ini. Kau bisa menolaknya tapi kau bertemu dulu dengannya baru kau putuskan”kata ayahku lembut. 3tahun tidak bertemu ternyata membuat sifat ayahku berubah. Tidak sekeras dulu.
“Bukan itu masalahnya,Appa. Hanya saja aku tidak yakin dengan keadaanku yang belum menikah tapi sudah mempunyai anak, orang itu mau menerimaku. Aku juga memikirkan sky,Ãpá dia mau menerima orang itu sebagai ayahnya”jelasku tertunduk.
“Ayah yakin sky setuju karena dia memang membutuhkan sosok seorang ayah. Sekarang tinggal keputusanmu, bagaimana?”
“Baiklah. Jika sky menyukai orang itu, aku akan ikut. Kebahagiaan sky yang terpenting buatku”kataku pasrah.
“Baiklah, sudah sana bersiap dan bantu Eommamu di dapur. Sedikit lagi mereka datang”kata ayahku dan akupun pergi menuju kamarku.
♬ ♬ ♬
“Annyeong haseyo. Aku Mozza”kataku memperkenalkan diri.
“Aigoo, anakmu cantik sekali” kata seorang wanita paruh baya yang duduk di samping ibuku.
“Gomawo,Ajjuma…”Kataku tersenyum. Lalu aku mengalihkan pandangan ke seluruh ruangan tapi tidak ku dapati seseorang yang akan di jodohkan denganku.
“Kau mencarinya,Mozza?”Kata wanita itu lagi seolah bisa membaca pikiranku.
“Aniyo…”Ucapku malu karena ketahuan.
“Dia ađà di teras belakang bersama sky. Pergilah menemuinya”kata ibuku lalu akupun permisi pada mereka semua dan menuju teras belakang dengan perasaan tak tentu.
“Annyeong haseyo..Naneun Mozza imnida”kataku ketika melihat seseorang membelakangiku sedang bercanda dengan sky.
“Tidak perlu formal begitu! Bukankah kita sudah saling kenal”kata orang itu lalu berbalik melihatku.
“Yonghwa-ssi….”Teriakku kaget.
“Ne..”Kata yonghwa tersenyum.
“Ãpá yang kau lakukan di rumahku? Bagaimana bisa….? Jangan-jangan kau….”
“Iya. Itu aku! Kau kaget…” Kata yonghwa memotong perkataanku. Aku hanya terdiam mendengar perkataannya. Terpaku di tempatku berdiri mencerna Ãpá yang sedang aku alami sampai sky menarik tanganku dan membuatku kembali tersadar dari lamunanku.
“Bunda,sky bertemu lagi dengan Ajjushi es krim..”Kata sky dengan senang.
“Ne, Ãpá sky bahagia?”Tanyaku lalu menatapnya.
“Iya, sky senang bisa bertemu Ajjushi es krim”kata sky lagi dengan tersenyum lalu menatap yonghwa.
“Ya udah, sky pergi sama halmoni dulu ya.. Bunda mau bicara sebentar dengan Ajjushi”kataku lembut sambil mengelus kepala sky pelan.
“Ne…, Ajjushi, sky masuk dulu ya”pamit sky lalu pergi meninggalkan kami yang kembali terdiam dengan pikiran masing-masing.
“Kenapa kau tidak memberitahukanku?”Kata yonghwa memecah keheningan kami.
“Memberitahukan Ãpá?”Kataku bingung.
“Masalah sky. Dia anakku khan?”Kata yonghwa lalu menatapku tajam.
“Darimana kau tahu?”Tanyaku kaget.
“Tidak penting darimana aku tahu. Yang menjadi masalah, kenapa kau tidak memberitahukanku?”Kata yonghwa lagi setengah berteriak.
“Aku harus memberitahukanmu bagaimana? Aku juga tidak tahu jadinya akan seperti ini. Aku tidak tahu kau siapa? Tidak tahu alamatmu dimana? Tidak tahu aku harus menghubungimu bagaimana. Aku tidak tahu harus bagaimana?”Jelasku sambil berusaha menahan perasaanku.
“Tapi kenapa saat kita bertemu kau tidak memberitahukannya?”
“Seandainya, aku mengatakan saat itu sky anakmu? Ãpá kau akan percaya? Bukannya percaya malah kau pasti menganggapku gila, baru bertemu langsung mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal”
“Mianhae……”
“Tidak perlu minta maaf. Kau tidak salah!”
“Aku akan bertanggung jawab”
“Tidak perlu.Aku tidak ingin kau merasa bersalah. Aku bisa merawat sky sendiri. Kalaupun kau ingin bertemu dengannya, aku tidak melarangmu”
“Tapi aku ayahnya”
“Aku tahu dan itu selamanya akan seperti itu. Tapi aku tidak ingin merusak kebahagiaanmu untuk menikahiku karena merasa bersalah”kataku lalu melangkahkan kakiku meninggalkannya.
“Hey you,Saranghae……”Kata yonghwa yang membuatku menghentikan langkahku.
Aku bahagia mendengar kata itu tapi aku tahu dia pasti tidak mungkin mencintaiku. Aku hanya orang asing baginya. Dengan segenap perasaan, aku membalikkan badanku melihatnya.
“Kau tidak mencintaiku,yonghwa-ssi. Jangan memaksakan diri. Aku tidak apa-apa”kataku lalu melanjutkan langkahku.
Belum sempat ku lakukan niatku, yonghwa sontak menarik tanganku dan memelukku.
“Percayalah, aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu. Seperti katamu, kalau jodoh kita pasti bertemu kembali dan ini yang ketiga kalinya kita bertemu tanpa sengaja. Ini sudah membuatku yakin kalau memang kita berjodoh!”Jelas yonghwa sambil terus mengencangkan pelukannya. Aku hanya terisak mendengar semua perkataannya.
“Saranghae,Mozza…..”Kata yonghwa lagi lalu menatapku lembut.
“Nado saranghae,Yonghwa-ssi…”Kataku masih dengan terisak diikuti anggukan kepala.
Yonghwa kemudian mendaratkan ciumannya sebentar di bibirku dan kembali memelukku.
“Kita mulai semua dari awal. Kita buat sky bahagia bersama-sama”kata yonghwa lagi lalu mengecup puncak kepalaku dan mengelusnya.
THE END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar