PART 4
Cast : Lee Jong Hyun’Cn.Blue’, Kim Sora’Oc’
Other Cast : Park jiyeong’Oc’, Jung yong hwa”Cn.Blue’, Kang min hyuk’Cn.Blue’,
Lee jung shin’Cn.Blue’ Lee Joon’ Mblaq’
Length : Chaptered
Romantic, 17+
Jiyeong menarikku kasar menuju kelas ketika dia balik dari toilet dan
melihatku berbicara dengan seseorang yang tidak di kenalnya.“Siapa dia?”Tanya jiyeong.
“Yaa,lepaskan? Ađà Ãpá denganmu?”Kataku mengabaikan pertanyaannya lalu melepaskan cengkeraman tanganya.
“Hehehe, mian….”Kata Jiyeong nyengir. “Siapa dia? Sepertinya dia bukan dari jurusan kita. Dimana kau mengenalnya?”
“Oh itu, Lee joon. Mahasiswa sastra inggris”
“Oh tapi kapan kau mengenalnya? Kenapa aku tidak tahu?”
“Sekitar seminggu yang lalu di hari terakhirku menjadi pendamping jong hyun”
“Bagaimana bisa? Kenapa kau tidak pernah cerita kalau mengenal cowok tampan seperti dia?”
“Ah kau ini…kalo liat cowok tampan semangat deh!”Kataku tertawa sambil memukul jiyeong pelan. “Dia menolongku ketika waktu itu terjatuh dan kami berkenalan”
“Oh, trus…Ãpá yang kalian bicarakan tadi?”
“Tidak ađà. Cuma sekedar saling sapa. Kenapa memangnya?”
“Tidak! Kirain dia mengajakmu kencan. Hehehe”
“Mwo? Kencan? Pikiranmu terlalu jauh jiyeong”kataku lalu mempercepat langkahku menuju kelas.
“Yak, kenapa kau meninggalkanku? Ãpá kau berharap seperti itu?” Kataku jiyeong lagi sambil mengejarku.
Setibaku di kelas….
Aku melihat jong hyun lagi asyik bercerita dan tertawa bahagia dengan beberapa orang yeoja. Sepertinya mereka bukan mahasiswa di kelasku. Dia terlihat bahagia bersama mereka. Nyatanya dia terus tersenyum. Tidak terlihat wajah galaknya.
“Andaikan dia seperti itu padaku”batinku.
“Yak,kau mau berdiam diri di situ sampai kapan?”Kata jiyeong yang tahu-tahu sudah muncul di sampingku. Sontak membuatku kaget dan kembali sadar dari lamunanku.
“Eh,ani…..”Kataku kaget lalu melangkah masuk kelas menuju tempat dudukku.
“Ãpá yang kau lihat sampai seperti itu?” Tanya jiyeong sambil melihat kearah pandanganku tadi.
“Tidak ađà”Elakku sembari sibuk mengeluarkan buku dan alat tulis dari dalam tasku.
“Kenapa? Kau cemburu?”Tebak jiyeong.
“Mwo?aku cemburu? Sama siapa? Jangan bicara sembarangan.”Kataku berusaha tenang.
“Tidak usah mengelak. Terlihat jelas dari sikapmu. Kau cemburu khan melihat jong hyun bersama yeoja-yeoja itu?”Kata jiyeong sambil menunjuk kearah jong hyun.
“Mana mungkin…! Aku tidak seperti itu. Dia bukan siapa-siapaku”kataku membela diri.
“Emang bukan siapa-siapa tapi kamu menyukainya sora.”
“Mwo? Aku menyukainya?hahaha, kau bercanda. Aku tidak mungkin menyukai orang sombong dan belagu seperti dia” kataku dengan tertawa.
“Terserah Ãpá katamu. Sebagai sahabatmu, aku sarankan segera mengakuinya. Jangan sampai kau menyesal.”Kata jiyeong lalu sibuk membaca buku yang baru di keluarkannya dari dalam tas.
Masa iya aku cemburu? Itu tidak mungkin. Kau benar-benar aneh jiyeong. Aku sudah gila jika menyukai jong hyun.
※※※
Beberapa minggu telah berlalu. Aku tetap melakukan kegiatanku seperti biasa. Namun hari ini berbeda karena jiyeong tidak masuk kuliah karena ađà acara keluarga. Jadinya,aku menghabiskan hari ini sendiri.Lebih baik aku ke perpustakaan saja. Membaca sekalian kerjakan tugas.
Setelah sampai di perpustakaan,aku menaruh tasku lalu menuju rak buku mencari yang buku aku butuhkan. Tapi tiba-tiba aku berhenti karena kini aku melihat sesuatu hal yang membuatku kaget.
“Ãpá yang kalian lakukan? Dan, kau jong hyun…aku membencimu! Dasar menyebalkan. Kau pikir bisa melakukan sesukamu karena kau artis. Aku tidak ingin melihatmu.aku membencimu.”Kataku marah sambil berusaha menahan tangisku yang hampir pecah lalu meninggalkan mereka.
Aku berlari keluar perpustakaan tanpa lupa menyambar tasku yang ađà di meja dengan berurai air mata. Ađà rasa sakit di dadaku yang begitu sulit aku artikan. Yang aku tahu aku sedih, marah, kecewa, kaget melihat pemandangan tadi.
Ađà Ãpá denganku? Ãpá yang terjadi? Kenapa aku begitu merasakan sakit di dadaku melihat jong hyun berciuman dengan yeoja itu? Dia bukan siapa-siapaku. Tapi mengapa sesedih ini yang aku rasakan? Ãpá aku menyukainya?
Aku terus berlari tanpa tujuan. Yang ađà di pikiranku, aku pergi sejauh mungkin dari mereka. Aku benar-benar tidak ingin melihat jong hyun dengan keadaan seperti ini. Aku benar-benar kacau.
Bruk……..
“Mianhae….Mianhae…..”Kataku sambil membungkukkan badanku lalu tanpa permisi berlalu meninggalkan orang itu. Tapi, sebuah tangan menahanku.
“Kau kenapa sora? Kenapa kau menangis?” Tanya seseorang itu. Aku mengangkat wajahku dan melihatnya. Ketika aku tahu kalau ternyata itu Lee joon, aku langsung memeluknya lalu menangis dalam pelukannya.
“Ađà Ãpá denganmu? Kenapa menangis?” Kata lee joon lagi. Tapi bukannya berhenti, tangisku malah semakin menjadi. Aku ingin menumpahkan semua kesedihanku. Aku ingin menangis sepuasku, berharap sakit dan sedih yang kini aku rasakan akan berkurang.
“Bi..bisakah begini sebentar. A..aku mohon…”Kataku terisak. Lee joo pun mengelus punggungku pelan dan membiarkanku menangis.
Tapi tanpa aku sadari, dari kejauhan ađà seseorang yang menatap kami dengan tajam. Di penuhi kemarahan.
※※※
“Ađà Ãpá denganmu? Kenapa kau terlihat murung seharian ini?Ãpá ađà masalah?” tanya jiyeong padaku dan hanya aku jawab dengan gelengan kepala. Alhasil, semakin membuat jiyeong bingung.
“Kau kenapa sora? Kenapa tidak mau bicara?”Kata jiyeong lagi sambil mengguncang-guncang tubuhku.
“Aku baik-baik saja jiyeong”kataku tidak bersemangat.
“Kau yakin?”Kata jiyeong tidak percaya tanpa berhenti menatapku.
“Iya”kataku meyakinkannya sambil menganggukan kepalaku.
“Ya sudah kalau begitu. Tapi kalau ađà apa-apa segera cerita padaku. Aku pasti akan membantumu”kata jiyeong lalu memelukku singkat.
Maafkan aku,jiyeong. Aku belum bisa mengatakannya sekarang. Aku masih bingung dengan perasaanku. Ãpá aku menyukai jong hyun atau tidak?
“Aku pinjam temanmu sebentar”kata jong hyun yang tiba-tiba muncul pada jiyeong. Tanpa menunggu persetujuan jiyeong ataupun aku, dia langsung menarikku pergi.
“Yak, kau mau bawa aku kemana?” Teriakku kesal. Jong hyun terus membawaku pergi tanpa menghiraukan teriakanku.
“Yak, Ãpá kau tuli? Aku tanya, kau mau bawa aku kemana?”Teriakku lagi. Jong hyun pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatapku. Aku melepaskan tanganku dan membalas menatapnya.
“Ãpá maksudmu kemarin?”Tanya jong hyun tanpa berhenti menatapku.
“Maksud Ãpá? Aku tidak mengerti yang kau bicarakan?”
“Jangan pura-pura tidak mengerti. Kejadian di perpustakaan. Ãpá maksudmu memarahiku seperti itu? Kau pikir kau siapa?”
“Itu..itu…karena kalian berbuat hal yang tidak baik. Itu perpustakaan. Orang lain akan berpikir Ãpá jika melihatnya? Menurutku tidak sopan,jadi aku marah” kataku bohong. Karena sebenarnya bukan itu.
“Hah,alasan klise. Kau memarahi orang lain seperti itu tapi tidak sadar diri kalau dia juga begitu?”Sindir jong hyun.
“Ãpá maksudmu? Sejak kapan aku begitu? Jangan bicara sembarangan”kataku kesal.
“Lalu berpelukan mesra di halaman kampus itu Ãpá?”
“Itu…..itu….”Kataku terbata-bata tanpa tahu aku harus bilang Ãpá.
“Orang sepertimu tidak berhak memarahiku apalagi mengguruiku. Kau bukan siapa-siapaku. Jangan pernah mencampuri urusanku.. Jelas….??”Kata jong hyun dengan nada tinggi. Aku hanya terdiam berusaha menahan tangisku.
“Dan 1 lagi, jangan pernah berpikir aku akan menyukaimu. Kau dengan dandananmu yang aneh ini tidak pantas bersanding dengan artis sepertiku..”
Plak…….
“Cukup…..!! Kau pikir kau siapa berani menghinaku seperti ini?”Kataku marah sambil menamparnya lalu pergi meninggalkannya.
Dia pikir dia siapa? Ãpá karena dia artis dia pantas menghinaku seperti itu? Memangnya Ãpá yang salah denganku sampai di tega berkata seperti itu? Aku benar-benar membencimu lee jong hyun.
※※※
“Kau yang bernama jong hyun?”Kata seseorang pada jong hyun.
“Iya, ađà Ãpá ya?” Tanya jong hyun bingung karena dia tidak mengenal orang yang kini di hadapannya.
Buk……..!!
“Itu buat sora karena kau sudah berani menyakitinya dan membuatnya menangis..” Kata seseorang itu setelah melayangkan pukulannya di wajah jong hyun lalu pergi.
Belum selesai keterkejutan yang jong hyun alami karena pukulan dan perkataan dari orang yang tidak dia kenal, datang lagi seseorang yang dia kenal dan langsung menamparnya.
Plak…….
“Itu buat sora karena kau telah menyakitinya. Walaupun itu belum sebanding dengan sakit yang kau beri untuknya. Kau benar-benar jahat jong hyun. Aku menyesal menjadi fansmu” kata jiyeong lalu pergi meninggalkan jong hyun yang terdiam kaku tanpa bisa berkata.
Ãpá yang sebenarnya terjadi?
TO BE CONTINUE….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar