Free Flower Cursors at www.totallyfreecursors.com
SEINDAH LANGIT BIRU: First Sight (5) End

Rabu, 19 September 2012

First Sight (5) End

  
PART 5
Cast    :  Lee Jong Hyun’Cn.Blue’, Kim Sora’Oc’
Other Cast     : Park jiyeong’Oc’, Jung yong hwa”Cn.Blue’, Kang min hyuk’Cn.Blue’,
Lee jung shin’Cn.Blue’ Lee Joon’ Mblaq’
Length                                : Chaptered
Romantic, 17+
Beberapa hari berlalu sejak kejadian itu. Sejak saat itu pula, jong hyun tidak pernah melihat sora. Sejujurnya dia sangat menyesal dengan Ãpá yang dia lakukan pada sora? Dia tahu telah bersikap kelewatan. Menyakiti hari sora.Dia melakukan semua itu karena dia menolak mengakui kalau dia menyukai sora.
Tidak melihat sora beberapa hari ini membuat jong hyun berpikir? Ãpá yang sebenarnya terjadi?.
“Jiyeong, sora kemana? Kenapa beberapa hari ini dia tidak masuk kuliah?”Tanya jong hyun pada jiyeong yang lagi sibuk mencatat di kelas.
“Ađà Ãpá kau mencarinya? Belum puas kau menyakitinya? Kau mau menambah rasa sakit itu padanya?”Jawab jiyeong kesal.
“Ani….aku mau minta maaf. Aku benar-benar menyesal atas sikapku padanya..” Jelas jong hyun dengan penyesalan tulus.
“Setelah kau menyakitinya sekarang dengan gampangnya kau mau minta maaf? Orang macam Ãpá kau?”Sinis jiyeong.
“Aku mohon jiyeong…kasih tahu aku dimana sora? Aku benar-benar ingin bertemu dengannya…” Kata jong hyun dengan memelas.
“Sudahlah jong hyun. Kau urungkan saja niatmu itu. Sora sudah cukup terluka dengan sikapmu. Jangan menambah luka dengan bertemu dia lagi.” Kata jiyeong sambil membereskan bukunya dan melangkah pergi meninggalkan jong hyun.
“Jiyeong,kau mau kemana? Jangan pergi… Kasih tahu aku dulu di mana sora?” Teriak jong hyun tapi jiyeong mengabaikannya.

※※※

“Bagaimana kabarmu hari ini?”Kata Jiyeong saat masuk ruangan perawatan Sora. “Eh, Lee joon..annyeong!”Kata jiyeong lagi ketika melihat lee joon ađà dalam ruangan dan di jawab lee joon dengan anggukan kepala sambil tersenyum.
“Baik. Lebih baik dari kemarin”kataku tersenyum.
“Baguslah kalo begitu..”Kata jiyeong lalu menyimpan barang belajaannya di atas meja. “Kau sudah lama lee joon?”Tanya jiyeong pada lee joon lalu duduk di kursi,tepat di samping tempat tidurku.
“Tidak juga,tapi aku sudah mau pulang kok..”Jawab lee joon.
“Loh kok,pulang? Ãpá aku mengganggu kalian?”Tanya jiyeong heran sambil menatap kami berdua bergantian.
“Yak,Ãpá maksudmu berkata seperti itu?”Kataku dengan wajah memerah sambil memukul tangan jiyeong pelan.
“Oh,bukan…! Aku memang sudah mau pulang. Kau tidak mengganggu apapun. Aku masih ađà urusan dan kau sudah datang jadi sora sudah ađà yang menemani” jelas lee joon sambil tertawa pelan.
“Oh begitu, baiklah! Maaf,sudah merepotkanmu..”Kata jiyeong.
“Ok. Kalo begitu,aku permisi. Sora,aku pulang dulu. Besok aku kembali datang menjengukmu. Dan ku harap, kau akan lebih baik lagi dari sekarang..”Pamit lee joon lalu bangkit dari kursinya dan melangkah pergi.
“Ne…gomawo!”Kataku dan jiyeong bersamaan.
“Yak,sekarang ceritakan padaku Ãpá sebenarnya hubungan kalian berdua?”Tanya jiyeong penasaran sambil berbalik menatapku.
“Hubungan Ãpá? Aku cuma berteman dengan dia”jawabku lalu berusaha bangun dari tidurku. Dengan sigap jiyeong membantuku duduk bersandar pada batal yang telah di letakkan di belakangku.
“Ãpá kau yakin?”
“Iya, memangnya kau berpikir seperti Ãpá?” “Tidak ađà. Ya sudah kalo memang seperti itu. Kau mau makan brownies coklat? Aku membelinya tadi sebelum kemari”kata jiyeong sambil mengeluarkan belanjaannya dan memberikannya padaku.
“Gomawo jiyeong..”Kataku bahagia lalu memakan browniesnya.
“Eh,tadi di kampus jong hyun menanyakanmu?”Kata jiyeong lagi dan aku pun berhenti makan.
“Ađà Ãpá dia mencariku?”Ketusku.
“Katanya ingin bertemu dan meminta maaf padamu”
“Kau tidak memberitahukan aku di sini khan?”
“Memangnya kau ingin aku memberitahukannya?”
“Ani. Baguslah kalau begitu. Gomawo jiyeong..” Kataku bernapas lega.
“Ãpá kau yakin tidak ingin memberitahukannya tentang keadaanmu?” Tanya jiyeong sambil menatapku. Aku hanya terdiam.
“Dia sepertinya tulus ingin minta maaf. Dan aku yakin dia juga menyukaimu”
“Jiyeong,Ãpá kau sudah lupa Ãpá yang aku ceritakan kemarin? Mana mungkin. Orang sepertiku tidak mungkin bersanding dengan artis sepertinya”
“Memangnya Ãpá yang salah denganmu?”
“Orang-orang menganggapku aneh. Makanya tidak ađà yang mau berteman denganku kecuali kamu. Aku cuma kutu buku yang sedikitpun tidak menarik. Aku memang tidak pantas menyukai jong hyun. Aku….”Kataku sedih.
“Jangan berkata seperti itu. Kau tidak seperti itu. Mereka cuma tidak mengenalmu. Kau pinter, baik dan cantik. Kau pantas menyukai seseorang sekalipun itu jong hyun yang merupakan seorang artis..”Kata jiyeong lalu memelukku. Dan aku hanya bisa menangis dalam pelukannya.
“Tapi,aku memang seperti itu jiyeong. Apalagi dengan keadaanku sekarang. Mana mungkin jong hyun akan menyukaiku?” Kataku lagi masih dalam tangis.
“Sudah. Jangan berpikir yang tidak-tidak. Kau pasti akan sehat kembali. Percayalah.. Aku akan selalu ađà mendukungmu” kata jiyeong lalu melepas pelukannya dan menaruh kedua tangannya di pipiku lalu menghapus air mataku. “Hentikan tangismu dan tersenyum. Kau terlihat jelek kalau menangis”
“Hehehe,gomawo jiyeong..”Kataku tersenyum.

※※※

“Ađà Ãpá masalah?”Tanya yong hwa lalu duduk di samping jong hyun.
“Ani..”Jawab jong hyun tidak bersemangat.
“Terus,kenapa wajahmu kusut seperti itu?”
“Hmmnn,aku menyakiti hati seseorang. Aku benar-benar menyesal”
“Kalau begitu minta maaf padanya”
“Itu dia masalahnya,Hyung. Aku tidak tahu dia di mana sekarang, bagaimana mau minta maaf?”Kata jong hyun sambil mengacak rambutnya.
“Ãpá kau sudah mencari tahu dia dimana? Tanya sama seseorang,Temannya mungkin?”
“Sudah,hyung..tapi temannya itu tidak mau mengatakannya padaku. Aku harus bagaimana?”
“Terus usaha. Kalau kau benar-benar menyesal. Jangan putus asa.”Kata yong hwa lalu menepuk pundak jong hyun pelan.
“Ne,gomawo hyung”
“Ãpá ini tentang si mata empat itu?” Tanya yong hwa sambil menatap jong hyun.
“Bagaimana hyung tahu?”Tanya jong hyun kaget.
“Kau berubah sejak mengenalnya. Lagian terlihat jelas di wajahmu..Ãpá kau menyukainya?”
“Iya! Dan yang aku sesali setelah menyakitinya aku baru sadar kalau aku menyukainya. Beberapa hari ini dia tidak masuk kuliah, aku benar-benar khawatir dengannya. Aku bingung hyung, harus bagaimana?”Kata jong hyun sedih.
“Tenanglah…semua akan baik-baik saja. Tunggulah dengan sabar. Ketika dia masuk kuliah kembali,kau ajak dia bicara dan katakan semua yang ingin kau katakan”
“Iya,baiklah. Gomawo hyung….”Kata jong hyung dengan perasaan tenang.
“Ne, tapi sepertinya ađà yang akan kalah taruhan.kau siap-siaplah jadi pelayan kami selama seminggu.hahaha…”Kata yong hwa dengan tertawa lalu berlari meninggalkan jong hyun.”Min hyuk..jung shin,ađà yang kalah taruhan nih….hahaha”
“Yak, hyung……”Teriak jong hyun kesal lalu berlari mengejar yong hwa.

※※※

Akhirnya,setelah hampir 2 minggu sora kembali masuk kuliah. Walaupun untuk sementara dia harus menggunakan kursi roda karena kakinya belum sembuh sepenuhnya.
“Ãpá kau yakin,sora?”Tanya jiyeong khawatir ketika kami turun dari mobil dan Di ikuti tatapan khawatir dari lee joon.
Sampai aku sembuh,lee joon menawarkan diri untuk menjemput dan mengantarku kuliah. Walaupun aku menolaknya tapi dia bersikeras untuk menjemput dan mengantarku. Tapi, karena aku khawatir terlalu merepotkannya makanya aku mengajak jiyeong bersamaku.
“Iya, kalian tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja..”kataku yakin dan tersenyum pada mereka.
“Baiklah..,kalau begitu mari kita masuk kelas”kata jiyeong bersemangat lalu mendorong kursi rodaku menuju kelas dari halaman parkir.
“Aku saja yang mendorongnya.”kata lee joon lalu mengambil alih kursi rodaku dan kemudian mendorong.
“Baiklah”kata jiyeong lalu berjalan di sampingku.
Tidak beberapa lama,kami pun tiba di kelasku.
“Gomawo,lee joon…”Kataku pada lee joon.
“Ne, kalau kuliah sudah selesai segera hubungi aku. Aku ke kelasku dulu.Annyeong…”Kata lee joon lalu melangkah pergi.
Selama kuliah berlangsung, aku tidak konsentrasi mendengarkan karena aku tahu ađà seseorang yang sedari tadi aku memasuki kelas menatapku tanpa henti.
” Ađà Ãpá dengan jong hyun? Kenapa dia terus menatapku? Ãpá dia mau menghinaku lagi?”Batinku.
Kuliah telah berakhir. Aku pun membereskan semua peralatanku. Tanpa aku sadari,ađà seseorang yang berdiri tepat di depanku dengan menatapku tajam.
“Boleh kita bicara sebentar?”Kata jong hyun. Aku hanya diam sambil memasukan semua buku dan peralatan dalam tas.
“Ayo,jiyeong kita pulang. Lee joon sudah menunggu”kataku pada jiyeong sambil menarik tangannya.
“Aku ingin bicara denganmu sora?”Kata jong hyun lalu menahan kursi rodaku.
“Tidak ađà yang perlu kita bicarakan”Ketusku lalu melepaskan tangan jong hyun kasar dari kursi rodaku.
“Tapi,sora…..”Kata jong hyun tertahan.
“Jangan sekarang jong hyun, mungkin dia butuh waktu. Sabarlah…..”Kata jiyeong lalu mengejarku.
Ternyata di depan kelas, lee joon telah menanti dan kamipun pulang.
Kesunyian melanda selama perjalanan kami. Semua sibuk dengan pikiran masing-masing.
“Bagaimana kuliahnya hari ini? Semua baik-baik saja khan?” Tanya lee joon pada kami berdua. Tapi aku hanya terdiam. Aku lagi malas bicara.
“Baik-baik saja..”Jawab jiyeong.
“Benarkah…? Tapi kenapa wajah kalian terlihat tidak gembira? Ađà masalah?” Tanya lee joon lagi sambil tetap fokus mengemudi.
“Ađà sedikit pertengkaran kecil antara sora dengan jong hyun”jawan jiyeong lagi.
“Oh ya? Ãpá dia menyakitimu lagi sora?” Kata lee joon lalu menatapku sebentar.
“Ani…”jawabku lemas lalu menggelengkan kepalaku.
“Baguslah. Jika dia menyakitimu lagi,aku akan membuat perhitungan dengannya”
“Ne,gomawo tapi aku baik-baik saja. Kau tenanglah…! Bisakah kita tidak membahasnya lagi?”
“Baiklah…..”Jawab lee joon.
Kesunyianpun kembali melanda. Suasana ini terus berlangsung sampai lee joon mengantarku tiba di rumah.

※※※

“Jiyeong,bisakah kita bicara sebentar?”Tanya jong hyun ketika melihat jiyeong berjalan menuju perpustakaan.
“Tapi sora sudah menungguku di perpustakaan”jawab jiyeong sambil menghentikan langkahnya.
“Sebentar saja…,ku mohon! Ini mengenai sora.”Kata jong hyun dengan muka memelas.
“Baiklah..”Kata jiyeong dengan anggukan kepala.
“Lebih baik kita bicara disana”kata jong hyun sambil menunjuk sebuah kursi kosong di taman tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Jong hyun pun berjalan kearah taman itu diikuti jiyeong.
“Beritahu aku Ãpá yang sebenarnya terjadi dengan sora? Kenapa dia bisa duduk di kursi roda seperti itu?”Tanya jong hyun dengan wajah penasaran.
“Kau masih ingat hari dimana kau berbicara dengan sora yang terakhir? Saat selesai bicara denganmu dia masuk dalam kelas dengan berlinang air mata. Saat aku tanya ađà Ãpá? Bukannya menjawab,dia malah mengambil tasnya lalu berlari pergi. Aku khawatir dengan keadaannya lalu mengejarnya. Tapi,sayang sesuatu terjadi. Dia menyeberang jalan tanpa melihat dan sebuah mini bus menabraknya”jelas jiyeong sedih. Terlihat jelas matanya berkaca-kaca.
“Mwo….?? Semua salahku.. Aku yang membuatnya menjadi seperti itu.. Mianhae sora…”Kata jong hyun dengan sedih penuh penyesalan.
“Aku tidak mengerti, kenapa kau bisa berkata seperti itu pada sora? Kau benar-benar jahat jong hyun. Sora tidak pantas mendapatkan semua perlakuan itu. Dia sudah cukup sabar selama ini menghadapi sikap para fansmu di kampus ini yang bersikap kasar padanya tapi kenapa kau malah melukainya? Ãpá salah jika seorang sora yang biasa saja menyukai artis sepertimu?”Jelas jiyeong panjang lebar.
“Mwo…? Sora menyukaiku?”Tanya jong hyun kaget.
“Ne..,tapi itu sudah tidak penting lagi sekarang. Kau khan tidak menyukainya..”
“Ani…itu penting karena aku juga menyukainya..”
“Mwo? Kau menyukai sora? Tapi bukankah waktu itu kau bilang pada sora tidak menyukainya”Kata jiyeong kaget.
“Aku salah..! Aku baru menyadarinya ketika aku sudah terlanjur menyakitinya. Maukah kau membantuku melakukan sesuatu?”
“Kalau aku membantumu hanya untuk menyakiti sora. Aku tidak akan melakukannya..”Kata jiyeong lalu bersiap beranjak dari duduknya.
“Duduklah. Aku tidak mungkin melakukannya lagi. Sini, aku bisikkan?” Kata jong hyun lalu mendekatkan kepalanya pada jiyeong dan membisikkan sesuatu. “Bagaimana? Kau setuju?” Kata jong hyun lagi sambil menatap jiyeong menunggu persetujuan.
“Baiklah…”Kata jiyeong mengangguk.
“Gomawo jiyeong….”Kata jong hyun bahagia.
“Ne…kalau begitu aku pamit, sora pasti sudah menungguku. Annyeong….” Kata sora lalu bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan jong hyun.

※※※

“Mau Ãpá kita datang ke restoran ini? Kita pulang saja jiyeong..kita bisa makan di warung pinggir jalan yang pasti harganya lebih murah..”Kata sora memelas.
“Tenang saja, anggap ini sebagai hadiah dariku karena kau telah sembuh..”Kata jiyeong dengan tersenyum tapi senyumnya kali ini sangat mencurigakan. Seperti ađà yang dia sembunyikan.
“Aku tidak percaya. Awas, jika kau merencanakan sesuatu. Aku pasti tidak akan memaafkanmu. Arraseo…..?”
“Sudahlah, jangan berpikir yang macam-macam. Kau pesanlah…aku akan bertanggung-jawab..”Kata jiyeong lalu melihat daftar menu dan memesan pada pelayan yang telah berdiri tepat di samping meja kami. Aku pun mengikutinya memesan makanan.
Setelah beberapa menit menunggu, pesanan kami pun datang. Kami pun mulai memakannya.
Ketika kami asyik menikmati makanan, terdengar suara seorang mc berbicara.
“Baiklah pelanggan sekalian…sambil menikmati makanannya,kita akan mendapatkan penampilan special dari orang special buat orang yang special juga. Kalau begitu, ini dia… Semoga orang special yang di maksud menyukainya”
Tidak lama kemudian terdengar petikan gitar. Begitu indah membuat orang yang mendengarnya merasa tenang. Tidak lama kemudian terdengar seseorang menyanyi lagu kesukaanku.
“Westlife-my love”
#Jangan lupa dengarkan lagunya yaa sambil baca biar bisa kerasa suasananya#hahahaha…saran doank.

Aku terkesima dengan suara nyanyian orang itu dan tanpa aku sadar aku kini menatap kearah panggung tanpa berkedip.
“Jiyeong, kenapa dia malah memakai topeng begitu? Aku khan pengen lihat seperti Ãpá orangnya..suaranya begitu indah. Apalagi yang di nyanyikannya lagu kesukaanku.”Kataku pada jiyeong tanpa sedikitpun mengalihkan mataku dari orang itu.
“Nanti juga kamu tahu”kata jiyeong sambil terus mengunyah makanannnya.
“Maksudmu?”Tanyaku menatapnya.
“Nikmati saja penampilan orang itu”kata jiyeong cuek. Aku pun kembali mengalihkan pandanganku ke panggung.
Setelah beberapa lama,orang itu selesai menyanyi dan terdengar tepukan tangan dari para pengunjung restoran dan tidak ketinggalan akupun ikut bertepuk tangan.
“Dia benar-benar keren…”Batinku.
Tak lama kemudian terdengar dia berbicara dan topeng itu tetap di pakainya. Membuat penasaran saja.
“Ađà seseorang yang aku sukai. Dia biasa saja malah jauh dari kriteria yang ku inginkan tapi ternyata dia mampu membuatku membuang semua egoku. Tapi aku malah menyakitinya dan yang aku sesali,saat aku menyadari perasaanku padanya, aku malah telah menyakitinya dan membuatnya terluka. Aku benar-benar menyesal…”Katanya lalu berdiri dari duduknya dan turun dari panggung.
“Hari ini, aku ingin meminta maaf padanya dan mengakui semua kesalahanku. Aku ingin dia tahu, aku menyayanginya. Sangat menyayanginya…tidak ingin lagi membuatnya terluka..”Kata orang itu dengan terus melangkah kearah aku dan jiyeong duduk. Hal itu membuatku tegang, Ãpá yang terjadi dan siapa orang ini sebenarnya.
Kini orang itu tepat berdiri di depan meja kami lalu mengulurkan tangannya padaku
“Nona,ikutlah denganku…”Kata orang itu lembut. Aku hanya terdiam dengan kebingungan. Ku lihat semua orang memandangku dan saat ku pandangi jiyeong, diapun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum bahagia. Aku lalu menyambut uluran tangannya dan mengikutinya ke panggung tepat di bagian depan ruangan restoran.
Orang itu lalu membuka topengnya.
Deg…………aku sangat kaget mengetahui siapa dia sebenarnya.
“Sora…aku minta maaf atas semua kesalahanku padamu..aku benar-benar bodoh telah menyakitimu…Ãpá kau mau memaafkan aku yang bodoh ini?” Kata jong hyun dengan penuh penyesalan sambil berlutut di hadapanku dan terus memegang kedua tanganku.
Aku yang kaget akan semua yang terjadi ini hanya bisa menganggukkan kepalaku. Aku sangat terharu dengan ini dan tanpa sadar air mataku terus saja menetes.
“Semua ini ku lakukan untukmu. Untuk menebus semua kesalahanku karena menyakiti orang yang aku sayangi.. Aku menyayangimu sora…maukah kau menjadi seseorang yang berarti di hidupku?” Kata jong hyun lagi dengan masih terus berlutut.
“Ne,, aku mau!”Kataku tersenyum disela tangis bahagiaku.
Jong hyun lalu bangkit dan menarikku dalam pelukannya. Aku pun membalas pelukannya.
Terdengar tepukan tangan dari semua orang yang ađà dalam ruangan restoran ini.
“Gomawo,,”kata jong hyun lalu mendaratkan ciumannya dibibirku.
Makasih ƬűĤȃΝ, akhirnya aku bisa bahagia dengan orang yang juga aku sayangi.

…… THE END…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar