Length : oneshoot
Genre : Romantic
Rate : all old
Hhmmnn, kali ini cast,ny minhyuk… Moga aja FF’nya mengena di hati pemirsa.. (~_^)
Karya asli#no plagiat#langsung dari pikiran sendiri…100%asli halal…hehe^_^
Happy Reading…!
Sudah beberapa minggu ini aku selalu bersama dengannya. Bukan dalam artian kami saling kenal tapi itu karena kami selalu 1 bus setiap pagi.Akhir-akhir ini, melihatnya dari kejauhan menjadi rutinitasku setiap pagi dalam bus mengisi kebosananku sendiri tanpa ađà teman ngobrol.
Ađà sesuatu pada dirinya yang membuatku tertarik. Dia selalu duduk di tempat yang sama di kursi pojok paling belakang bus. Sebenarnya bukan itu yang menjadi masalahnya melainkan mimik wajahnya yang terlihat seperti orang terluka, mencoba menahan kesedihan yang mendalam tapi ketika sudah turun dari bus, wajahnya terlihat biasa saja seperti orang yang tidak mempunyai masalah.
Keadaan itulah yang membuatku penasaran padanya. Ãpá yang sebenarnya terjadi padanya? Mengapa mimik wajahnya dalam bus berbeda dengan ketika turun dari bus?
“Ađà Ãpá dengan wajahmu? Ãpá yang kau pikirkan pagi-pagi seperti ini?” Tanya seseorang yang tiba-tiba berada tepat di sampingku. Aku menoleh melihat orang itu yang ternyata adalah Yonghwa, seniorku sekaligus sahabatku di kampus.
“Tidak ađà”jawabku singkat.
“Kau yakin? Tapi menurutku tidak. Ãpá ađà masalah?” Tanya yonghwa lagi tidak percaya.
“Tidak ađà masalah,hyung. Ãpá hyung masih ingat Ãpá yang pernah aku ceritakan tentang seorang yeoja misterius dalam bus?”Tanyaku lalu menatap yonghwa.
“Iya, aku masih ingat. Ađà Ãpá dengannya?” Kata yonghwa dengan menganggukan kepala.
“Aku berniat mencari tahu tentang siapa dia dan Ãpá yang terjadi padanya?”Kataku yakin.
“Benarkah? Tapi kenapa? Apakah kau….?” Tebak yonghwa.
“Ani! Aku tidak menyukainya. Aku hanya penasaran saja. Ađà sesuatu pada dirinya yang membuatku tertarik untuk mencari tahu”potongku.
“Hmn, begitu! Tapi menurutku rasa penasaranmu akhirnya akan berubah menjadi suka”
“Hahaha, hyung bicara omong kosong Ãpá. Mana mungkin”kataku sambil menertawai perkataan yonghwa.
“Ya sudah kalau tidak percaya! Kajja, kita masuk! Kuliah hampir mulai”kata yonghwa lalu melangkah menuju ruang kuliah dan akupun mengikutinya.
Selesai kuliah aku melaksanakan rencanaku untuk mencari tahu tentang yeoja itu. Aku kini di halte bus yang tidak terlalu jauh dari kampus berharap bisa bertemu dengannya. Karena setiap pagi aku selalu melihatnya turun di halte ini sama denganku. Tapi aku tidak pernah tahu kemana dia selanjutnya.
Tapi sepertinya rencanaku hari ini tidak berhasil. Sampai bus datang aku tidak melihatnya muncul. “Baiklah, mungkin besok aku bisa laksanakan rencanaku. Aku akan mengikutinya besok pagi ketika turun dari bus”batinku lalu naik kedalam bus.
✽ ✽ ✽
Ketika aku melangkahkan kakiku memasuki bus, lagi-lagi pemandangan yang ku lihat adalah wajah penuh kesedihan. Ađà Ãpá dengannya? Mengapa setiap hari berwajah seperti itu.
Dengan berbagai kesimpulan berkecamuk di otakku, akupun mengambil tempat duduk di kursi belakang yang juga bagian pojok agar bisa dengan leluasa melihatnya.
Cccciiiittt……..
Belum lama aku duduk tiba-tiba bus berhenti dengan tiba-tiba yang otomatis membuat semua penumpang berteriak. Aku yang berada di belakang tidak tahu Ãpá yang terjadi segera berdiri dan melihat Ãpá yang terjadi. Ternyata ađà kecelakaan yang terjadi sehingga mengharuskan sopir mengerem tiba-tiba.
Beberapa penumpang masih terlihat berdiri melihat kejadian itu tapi aku berbalik kembali ke kursi tempatku duduk. Tapi aku melihat sesuatu yang aneh. Ađà Ãpá dengan yeoja itu? Kenapa dia meringkuk di bawah kursi sambil bersandar di dinding bus dengan menyembunyikan wajahnya pada kedua kakinya dan menutup telinga. Ãpá dia begitu ketakutan?
Akupun suduk di kursiku tanpa melepaskan pandanganku pada yeoja itu. Aku menunggu beberapa saat tapi yeoja itu masih tetap pada posisi itu malahan sekarang terdengar isakan kecil. Dengan rasa penasaran dan khawatir akupun memberanikan diri mendekatinya.
“Agasshi, gwencanayo?” Tanyaku ketika berada tepat di sampingnya. Yeoja itu mengangkat wajahnya menatapku. Terlihat sisa-sisa air mata di wajahnya. Akupun kembali mengulangi pertanyaanku.
“Gwencanayo…?”
Tapi bukannya menjawab dia malah langsung memelukku dan menangis. Aku yang kaget akan tingkahnya hanya bisa terdiam. Setelah meyakinkan diriku Ãpá yang aku lakukan benar adalah membantunya, akupun memberanikan diri menepuk pundaknya perlahan.
“Tenanglah. Semua baik-baik saja. Tidak ađà yang perlu kau takutkan”
Yeoja itu pun melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
“Mianhae…..” Kata yeoja itu lalu duduk kembali ke kursinya. Akupun berdiri dan memilih duduk di sampingnya.
“Tidak apa-apa. Tapi mianhae, bolehkan aku bertanya kenapa kau terlihat takut seperti itu sampai-sampai menangis seperti itu?” Tanyaku dengan hati-hati. Yeoja itu menatapku sebentar lalu kembali tertunduk tanpa mengatakan apapun.
“Mianhae… Aku tidak bermaksud mencampuri urusan pribadimu. Maafkan aku”kataku lalu memalingkan wajahku menatap kedepan.
✽ ✽ ✽
“Hyung…..”
“Eh,minhyuk…kau terlihat gembira pagi ini. Tidak seperti biasanya”Sapa yonghwa.
“Benarkah? Kayaknya begitu hyung” jawabku tersenyum.
“Ãpá kau sedang jatuh cinta?”Selidik yonghwa.
“Mwo….? Ani” elakku.
“Terus karena Ãpá? Jangan-jangan kau menang lotre. Kalau benar, kau benar-benar harus mentraktirku”
“Ahh, Hyung! Bukan tapi aku sudah tahu siapa dia” kataku antusias.
“Dia siapa?”Kata yonghwa bingung.
“Aiissh,Hyung! Sepertinya kau sudah bertambah tua. Yeoja misterius dalam bus. Ãpá hyung lupa?” Ledekku.
“Benarkah? Bagaimana bisa?” Kata yonghwa kaget,tidak percaya Ãpá yang dia dengar.
“Bisa donk. Namanya Lee arin. Dan yang membuatku tidak percaya ternyata dia kuliah di kampus ini juga”
“Darimana kau mengetahuinya?”Tanya yonghwa lagi.
“Aku mengikutinya”jawabku lalu menceritakan kejadian di dalam bus beberapa waktu lalu dan bagaimana aku mengikutinya.
“Ternyata begitu. Aku jadi penasaran pada yeoja itu, dia seperti Ãpá sampai membuatmu bersikap seperti ini” kata yonghwa sambil menganggukan kepalanya setelah mendengar ceritaku.
” Maksud hyung….?”Tanyaku bingung.
“Ah tidak apa-apa. Eh minhyuk, Ãpá kau mau kerja paruh waktu? Aku mendapat tawaran kerja di sebuah cafe untuk nyanyi di malam hari? Kalau kau mau, aku mau mengajakmu”
“Aku mau hyung. Kapan? Dan dimana cafenya?” Kataku bersemangat. Sudah lama aku ingin kerja cuma belum dapat yang sesuai dengan bakatku yaitu musik.
” Mulai malam ini. Kau kerumahku setelah itu kita berangkat bersama”
“Baiklah!”
“Ya sudah, sampai ketemu sebentar malam ya..”Kata yonghwa lalu belok menuju ruangannya.
“Ok hyung”teriakku lalu menuju ruanganku juga.
✽ ✽ ✽
“Annyeong haseyo…”Sapa yonghwa pada manager cafe di ikuti olehku ketika kami tiba di cafe.
“Annyeong haseyo.. Ah,yonghwa-ssi kau sudah datang?” Kata manager cafe yang bernama Lee jonghyun. Seperti tertera pada papan nama yang melekat di jasnya.
“Ne….”Jawab yonghwa lalu mengangguk.
“Apakah dia temanmu yang kau bicarakan waktu itu?”Tanya manager Lee sambil menunjukku.
“Iya, Manager! Dia temanku yang aku bicarakan waktu itu”kata yonghwa lalu menarikku pelan menghadap Manager Lee.
“Annyeong haseyo. Saya Kang min hyuk. Mohon bantuannya”kataku memperkenalkan diri.
“Annyeong haseyo. Aku manager penanggung-jawab disini. Baiklah kalau begitu, kalian segera lanjutkan tugas kalian. Bekerjalah dengan giat”kata Manager Lee lagi.
“Ne…kamsahamnida..”Kataku dan yonghwa bersamaan. Manager Lee pun meninggalkan kami dan kamipun sibuk mempersiapkan alat musik yang akan kami gunakan.
Akhirnya, pekerjaan hari ini berjalan lancar. Para pengunjung cafe terlihat menikmati penampilan kami. Kamipun membereskan peralatan dan setelah itu beranjak meninggalkan cafe untuk pulang ke rumah.
Saat berjalan menuju pintu keluar cafe, aku melihat seseorang yang akhir-akhir ini mengganggu pikiranku. Dia juga berjalan menuju pintu keluar cafe. Dengan segenap keberanian, akupun menyapanya.
“Annyeong haseyo….”Sapaku.
“Annyeong haseyo…”Balasnya.
“Ãpá kau masih ingat padaku?”Tanyaku lagi.
“Siapa?”Tanya orang itu bingung.
“Aku orang yang di bus waktu itu yang bertanya padamu tapi tiba-tiba tanpa menjawab kau malah langsung memelukku menangis”jelasku.
“Oh, ne! Ternyata kau. Mianhae atas kejadian waktu itu. Aku telah menyusahkanmu”katanya dengan sedikit malu. Terlihat sekilas rona merah di wajahnya.
“Oh tidak apa-apa. Tapi, Ãpá yang kau lakukan di sini?”
“Oh, aku bekerja paruh waktu sebagai pelayan di sini. Lalu kau, Ãpá yang kau lakukan disini?”
“Aku juga sama sepertimu tapi aku baru bekerja tadi bersama temanku sebagai penyanyi.
“Oh begitu…”
“Eh, mianhae Lee arin..! Perkenalkan aku minhyuk. Dan ini temanku yonghwa hyung” kataku sambil menunjuk yonghwa yang berada di sampingku.
“Oh ne, tapi darimana kau tahu namaku?” Tanya Lee arin bingung lalu menatapku penasaran.
“Oh, aku cuma asal tebak saja”bohongku. Padahal aku tahu ketika waktu itu temannya di kampus memanggilnya.
“Oh, kalau begitu aku permisi”pamit Lee arin.
“Bagaimana kalau kita bareng? Bukankah kita 1 bus?”Tawarku.
“Bagaimana dengan temanmu? Tidak apa-apa kok. Senang berkenalan denganmu minhyuk-ssi. Annyeong…”Tolak Lee arin lalu pergi.
“Oh, itu orangnya.dia cantik. Pantas saja kau tertarik”kata yonghwa buka suara ketika Lee arin telah pergi.
“Dia memang cantik,hyung”pujiku.
“Sepertinya kalian jodoh. Bertemu di bus setiap hari, dia ternyata kuliah di kampus yang sama dan terakhir tempat bekerja juga sama”goda yonghwa.
” Benarkah begitu hyung?”Tanyaku.
“Yupz! Ãpá kau menyukainya?”Tanya yonghwa padaku lalu menatapku lekat.
“Mungkin. Aku juga tidak tahu bagaimana dengan perasaanku”
“Kalau kau menyukainya, berusahalah mendapatkannya. Aku mendukungmu, hyuk”kata yonghwa lalu menepuk pundakku pelan.
“Ne! Gomawo hyung. Aku akan berusaha” kataku yakin.
✽ ✽ ✽
Kata-kata yonghwa hyung terus terngiang dan semakin membuatku ingin mengenal Lee arin. Setelah beberapa hari mencari tahu tentang aktivitas Lee arin, akupun tahu. Setiap pagi dia berangkat kuliah dan pulang kuliah dia pergi bekerja di cafe sampai malam. Hari ini aku berniat menemui sahabat Lee arin di kampus. Aku ingin mengenal Lee arin lebih dalam.
“Annyeong haseyo…Ãpá kau yang bernama Park Lin?”Kataku pada seseorang yang lagi duduk di kursi taman kampus.
“Ne, itu aku. Ađà Ãpá ya? Dan kamu siapa? Darimana tahu namaku?”Tanya Park lin bertubi-tubi padaku.
“Perkenalkan, namaku Kang min hyuk. Aku mahasiswa jurusan musik. Ãpá kau benar sahabat Lee arin?” Tanyaku lagi lalu duduk di kursi sebelahnya.
“Oh, ne! Aku sahabatnya. Ađà Ãpá ya?” Tanya Park lin lagi masih dalam keadaan bingung.
“Mianhae kalau aku mengganggumu. Aku hanya mau bertanya sesuatu tentang Lee arin. Aku yakin kau sebagai sahabatnya pasti tahu”jelasku padanya tentang maksudku.
“Oh begitu, tapi kenapa kau ingin bertanya tentang Lee arin. Apakah kau menyukainya?”Tebak Park lin.
“Awalnya aku hanya penasaran. Setiap pagi aku melihatnya dalam bus seperti orang yag menyimpan luka dan kesedihan tapi ketika turun dari bus, dia terlihat biasa saja. Tapi, makin lama aku semakin tertarik dan ingin mengenalnya lebih. Setelah mencari tahu sekian lama akhirnya aku tahu dia juga kuliah disini dan tanpa sengaja aku juga bekerja ditempat yang sama dengannya. Bisakah kau memberitahukanku Ãpá yang sebenarnya terjadi hingga dia seperti itu?”Jelasku panjang lebar.
“Oh begitu ternyata. Sebenarnya awalnya dia tidak seperti itu”kata Park Lin lalu menceritakan kejadian sebenarnya padaku.
✽ ✽ ✽
“Annyeong haseyo, Lee arin…”Sapaku.
“Annyeong haseyo, minhyuk-ssi…” Jawab Lee arin.
“Mau ke kampus?”Tanyaku lagi.
“Ne..Kau sendiri, mau kemana?”Tanya Lee arin.
“Aku juga mau ke kampus sepertimu”
“Oh. Kau kuliah dimana Minhyuk-ssi?”
“Di University of seoul Jurusan musik”
“Benarkah? Aku juga kuliah disitu tapi aku jurusan hukum” kata Lee arin dengan ekspresi kaget.
“Aku tahu”ujarku pelan hampir tidak terdengar.
“Ãpá yang kau katakan, minhyuk-ssi?”
“Ani..”Jawabku. “Ternyata dia mendengarnya”batinku.
“Baiklah, Minhyuk-ssi. Aku ke ruanganku dulu. Sampai bertemu di cafe. Annyeong..”Kata Lee arin lalu berbelok menuju ruangannya.
“Ne, annyeong…”Balasku lalu berjalan menuju ruanganku dengan tersenyum bahagia.
Sejak saat itu, aku ke kampus bersama dan bekerja bersama dengan Lee arin. Dia ternyata orangnya ceria dan enak di ajak ngobrol. Tapi walaupun begitu, dia tetap terlihat berbeda dalam bus. Selalu terlihat terluka dan sedih. Dia tidak berbicara. Terus terdiam dalam dunianya. Pernah terlintas untuk menghiburnya tapi niat itu aku urungkan. Mungkin aku hanya akan mengganggunya.
✽ ✽ ✽
“Annyeong,Hyung….”Sapaku ketika bertemu yonghwa di depan pintu ruangan kuliah.
“Annyeong,hyuk! Eh, kenapa kau terlihat tidak bersemangat?”
“Kurang istirahat mungkin,hyung..”Jawabku lemas.
“Oh.., bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan Lee arin? Akhir2 ini, aku perhatikan kau semakin dekat dengannya.”Tanya yonghwa lalu duduk di kursinya.
“Iya, memang seperti itu. Cuma aku masih ragu hyung untuk mengungkapkan perasaanku padanya”
“Kenapa ragu?”
“Aku takut dia tidak menyukaiku”
“Bagaimana kau tahu dia tidak menyukaimu jika kau tidak mencoba mengatakannya?”
“Benar juga ya. Hyung, Ãpá kau mau membantuku?”Kataku lalu menatapnya memohon.
“Baiklah. Aku harus bantu Ãpá?” Kata yonghwa lalu menganggukkan kepalanya. Akupun mendekatkan kepalaku padanya lalu membisikkan sesuatu di telinga yonghwa.
“Bagaimana? Hyung, mau khan?” Tanyaku.
“Ok! Aku pasti membantumu”
“Gomawo, Hyung….”Kataku lalu tersenyum.
✽ ✽ ✽
“Baiklah, pelanggan sekalian. Hari ini kami akan menampilkan pertunjukkan special. Semoga kalian menikmatinya..”Kata yonghwa lalu memberi kode dengan anggukan kepala padaku.
Melihat kode itu, akupun mulai menabuh gendang di’iringi alunan gitar dari yonghwa. Kemudian aku menyanyikan lagu yang berjudul”STAR”.
#bayangin aja kayak di heartstrings, saat minhyuk nyanyikan lagu star_anggaplah seperti itu dalam cerita ini! Author bingung gimana mengekspresikannya#mianhae…
“Lagu ini aku persembahkan buat seseorang yang selalu mengisi pikiranku. Awalnya, aku sering bertemu setiap hari dengannya. Melihatnya dari kejauhan. Dia terlihat begitu menderita dengan kesedihan itu. Aku ingin selalu ađà buatnya menghapus kesedihan itu dan berkata jangan bersedih, aku ađà untukmu. Tapi aku menahan diriku karena aku bukan siapa-siapa untuknya. Setelah sekian lama berusaha akupun kini mengenalnya . Itu adalah kebahagiaan buatku. Aku juga mencari tahu Ãpá penyebab kesedihannya ternyata itu karena kecelakaan yang di alami oleh seseorang yang dia sayangi. Dia merasa itu adalah kesalahannya. Pacarnya tertabrak bus ketika berusaha menyelamatkannya. Lee arin, aku tahu mungkin aku tidak bisa menggantikan kenangan dia yang dulu ađà di hidupmu tapi aku akan berusaha menemanimu menghapus sedihmu karena aku sayang kamu. Saranghae, Lee arin…….” Kataku dengan tulus dan yakin.
Pernyataan tiba-tiba yang di lakukan oleh minhyuk sontak membuat pelanggan cafe tercengang tanpa terkecuali Lee arin yang pada saat itu hendak mengantar pesanan pelanggan malah menjatuhkan pesanan itu.
Lee arin kaget sekaligus marah dan malu. Marah karena minhyuk membuka kisah pribadinya pada orang banyak,kisah yang dia simpan rapat-rapat dihatinya. Malu karena hal itu membuat dia jadi bahan perhatian orang.
Dengan meneteskan air mata, Lee arin lari keluar meninggalkan cafe. Minhyuk yang melihat Lee arin lari keluar cafe kemudian mengejarnya.
“Kau mau pergi kemana?”Kataku lalu menarik tangan Lee arin.
“Lepaskan…., aku bilang lepaskan Minhyuk-ssi”kata Lee arin marah.
“Aku tidak mau sampai kau menjawab pernyataanku tadi”tolakku.
“Kau ingin aku jawab. Baiklah aku akan jawab. Aku membencimu. Ãpá kau ingin membuatku malu? Ãpá maksudmu membuka kisah pribadiku pada orang?”Tangis Lee arin dengan memukul dada minhyuk dengan salah satu tangannya yang tidak di pegang olehku. Aku lalu menariknya dalam pelukanku. Lee arin berusaha merontak tapi aku semakin mengeratkan pelukanku.
“Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku berkata seperti itu karena aku menyayangimu. Aku ingin menghapus kesedihanmu. Aku ingin menjadi seseorang yang bisa kau andalkan. Saranghae, Lee arin….”Jelasku dengan lembut padanya.
“Nado saranghae, Minhyu-ssi..”Kata Lee arin dari balik dekapanku. Aku kaget mendengarnya sontak melepaskan pelukanku dan menatapnya.
“Benarkah…?”Kataku tidak percaya.
“Ne…”Jawab Lee arin lalu mengangguk.
Akupun mendaratkan ciumanku pada bibirnya sebentar lalu kembali menariknya dalam pelukanku.
“Gomawo….”Kataku lalu mencium puncak kepalanya.
THE END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar