Cast : Keiko, jung yong hwa, hwayoung
Genre : sad romance (?)
Lenght : Twoshoot
PG : +15
Sumber inspirasi : acara 17′belasan saat ini yg sdng brlangsung di kmpungq.
Aloha chingudeul… I’m comeback dgn FF baru. Kalo selalunya genre
happy romance, skrg lg nyoba..(kali aja dpt feel’nya) genre sad
romance….hihihi, moga aja gak mengecewakan.
Happy Reading….
Seperti biasa,,,kalo gak suka,tinggalkan saja di tong sampah cerita ini.
”yeoboseyo”jawabku dengan suara khas baru bangun tidur,yang saat itu
masih dengan mata sedikit terbuka dan nyawa yang belum kembali
sepenuhnya pada tubuhku karena masih berada di alam bawah sadar.
”yak,Keiko…jam segini kau masih enak-enaknya tidur? Apa aku lupa
sekarang jam berapa?”teriak hwayoung di seberang sana. Sontak,aku
menjauhkan telepon dari telingaku,takut telingaku menjadi tuli karena
teriakannya.
”tidak perlu berteriak, aku mempunyai pendengaran cukup baik. Memangnya ada apa?”tanyaku santai sambil menguap.
”aigoo, kau benar-benar membuat orang marah. Apa kau lupa jam 4 kita
ada pertandingan basket?”omel hwayoung lagi. Mataku seketika membulat
dan dengan gerakan cepat menyambar jam yang terletak di atas meja. 15.30
pm.
”kyaa,aku lupa. 15menit lagi aku kesana. Bye..bye..”kataku lalu
menutup telepon tanpa menunggu jawaban hwayoung. Dengan gerakan
cepat,aku mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi.
####
Bruk…….!
”jalan pake mata gak sih?”kata seseorang yang aku tabrak.
”Mianhae…”kataku sambil membungkukkan badanku berulang kali.
”Kau pikir dengan minta maaf semua akan kembali baik?”kata orang itu lagi. Aku mengangkat wajahku dan menatapnya kesal.
”maumu aku harus apa?aku khan sudah minta maaf”kataku lagi lalu
melihat jam di pergelangan tanganku. ”mwo…? Aku terlambat”teriakku lalu
berlari meninggalkan orang itu. Aku terus berlari tanpa menghiraukan
teriakan orang itu.
”mi…an..hae…aku terlambat”kataku dengan napas ngos-ngosan ketika tiba di depan tim basket sekolahku.
”ya,sudah. Tidak apa-apa. Silahkan kau bersiap.sedikit lagi kalian
akan bertanding”jawab pelatihku. Aku pun lalu bergabung bersama teman
timku.
###
”apa kau ingin mati muda? Kenapa tiap kali jalan kau tidak menggunakan matamu?”omel seseorang yang menolongku.
”kamsahamnida….”kataku dengan membungkukkan badanku lalu pergi meninggalkannya.
”yak,aku belum selesai bicara..”kata orang itu lagi lalu menahan tanganku.
”apa lagi?aku khan sudah ucapkan terima kasih”kataku dengan lemas.
”apa kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat”kata orang itu lagi.
”gwencana..! Aku pergi. Jeongmal kamsahamnida”kataku lalu pamit pergi.
”tunggu. Aku akan mengantarmu. Aku tidak mungkin membiarkanmu pulang dengan keadaan seperti itu”cegatnya.
”tidak perlu.aku…..”kataku dengan tatapan ragu bercampur takut.
”jangan menatapku seperti itu. Aku bukan orang jahat”potongnya,seolah mengerti apa yang aku pikirkan.
”baiklah”kataku dengan anggukkan.
###
”Keiko..,Keiko…”teriak hwayoung sambil terus berlari kearahku.
”ada apa denganmu?apa kau tidak capek selalu berteriak seperti
itu?aku benar-benar akan tuli jika kau seperti ini setiap saat” omelku
padanya.
”hehehe,Mian…”kata hwayoung dengan nyengir sambil mengangkat 2
jarinya membentuk tanda V.” aku punya kabar baik. Pelatih pengganti
sementara kita sudah ada. Dan kau tau…….”lanjut hwayoung dengan tampang
senyum-senyum tidak jelas.
”aku tak butuh senyumanmu itu. cepat lanjutkan.”
”yak,keiko..kau benar-benar menyebalkan. Aku malas”omel hwayoung.
”mian…ayo,lanjutkan ceritamu. Ada apa dengan pelatih pengganti kita?”bujukku.
”ah,Molla….”kata hwayoung lalu pergi meninggalkanku. Akupun berlari mengejarnya.
”ayolah,aku minta maaf”bujukku lagi sambil terus mengikuti hwayoung tanpa melihat jalan. Dan….
Bruuuk……!
Aku menabrak seseorang.
”keiko-ssi….” ucap seseorang. Akupun berdiri dan mengangkat wajahku menatap orang itu.
”Omo,Yonghwa-ssi…,Mianhae…”
”ne,cheonma. Aneh ya, setiap bertemu selalu seperti ini. Atau jangan-jangan hobbymu menabrak orang”
”hehehe,jeongmal mianhaeyo yonghwa-ssi…”kataku malu.
”hehehe,aku cuma bercanda”
”oh,begitu. Tapi apa yang kau lakukan di sekolahku? Apa kau sekolah
di sini juga? Tapi kok aku baru lihat. Atau kau siswa baru?”cecarku
dengan banyak pertanyaan.
”aniya. Aku…..”
Teng..Teng..Teng…
”omo,mianhae yonghwa-ssi, aku harus masuk kelas. Annyeong…”potongku tiba-tiba ketika terdengar bel berbunyi.
”Annyeong….”
# # #
”hwayoung, kau masih marah padaku?”tanyaku sambil menyenggol pelan
lengannya ketika kami berkumpul di gedung olaraga sekolah untuk latihan.
”Mwo….?”ketus hwayoung.
”Mianhaeyo hwayoung-ah….”
”hahaha,tampangmu benar-benar lucu”gelak hwayoung. Aku spontan memukul lengannya mengetahui dia mempermainkanku.
”benar-benar…,aku pikir kau marah”kataku ikut tertawa.
”Annyeong haseyo…”
Terdengar sapaan dan ruanganpun langsung sunyi seketika.
”aku pelatih pengganti sementara kalian. Perkenalkan namaku yonghwa”
”Mwo….?”teriakku kaget lalu menutup mulutku. Semua orang dalam
ruanganku termasuk pelatih pengganti itu menatapku sekilas lalu kembali
melanjutkan perkataannya. Aku hanya tertunduk karena malu sekalian
menghilangkan kagetku. Hwayoung menyenggol lenganku pelan.
”kenapa kau berteriak?”
”ani…”gelengku lalu pura-pura fokus menatap ke depan mendengar perkataan pelatih itu.
”ige mwoya…? Kenapa jadi begini? Benar-benar memalukan”batinku.
”baiklah. Sekian perkenalan dari saya. Sekarang waktunya buat
latihan. Bubar” kata pelatih pengganti alias yonghwa dan kamipun
membubarkan diri untuk mempersiapkan diri latihan.
# # #
”keiko-ah..,kenapa kau berteriak tadi? Apa kau mengenal pelatih
pengganti kita itu?”tanya hwayoung ketika kami berjalan pulang selesai
latihan.
”Aku…aku….! Aniya. Aku tidak mengenalnya”
”jeongmal…? Tapi kenapa kau terlihat gugup begitu?”selidik hwayoung.
”aku…..”
”keiko-ssi,apa kau akan pulang?”tanya yonghwa yang tiba-tiba muncul dan menghentikan pembicaraan kami.
”oh,pelatih. Ne….”anggukku.
”aigoo,tidak perlu seperti itu. Inikan bukan suasana latihan”
”tapi….”jawabku ragu.
”tidak apa-apa. Apa kau mau aku antar?”
”tidak perlu.aku pulang bareng temanku”tolakku langsung sambil
menunjuk hwayoung yang sedari tadi berdiri bingung tak percaya apa yang
sedang terjadi.
”annyeong haseyo,pelatih…”sapa hwayoung dengan tersenyum tapi seperti
di buat semanis mungkin. ”ada apa dengannya?”batinku heran.
”oh ne, annyeong. Baiklah kalau begitu, aku duluan”
”aniya,pelatih. aku harus singgah di suatu tempat.jadi,aku tidak bisa
pulang bersama keiko”potong hwayoung langsung. Dan akupun langsung
menatapnya tajam. Tapi yang di tatap tenang-tenang saja seakan semua
baik-baik saja.
”benarkah…?”
”ne,pelatih. Kalau begitu aku pamit pelatih. Annyeong….”kata hwayoung
lalu menatapku dengan tatapan ka-u ha-rus men-je-las-kan apa ya-ng
ter-jadi se-be-nar-nya.
# # #
”Ehem,anu….”
”ada apa…? Apa kau mau bertanya kenapa bisa aku jadi pelatih
kalian?”potong yonghwa dengan tetap fokus menyetir. Akupun hanya
mengangguk.
”Pelatih kalian adalah pamanku.tapi karena paman sedang sakit dan
kalian tidak ada yang melatih apalagi sekarang lagi mengikuti
pertandingan.jadi, paman memintaku menggantinya melatih dan mendampingi
kalian sampai dia sehat kembali. Aku menerima tawaran itu karena aku
pikir itu menyenangkan mengisi liburan kuliahku daripada hanya bengong
di rumah”jelas yonghwa panjang lebar.
”oh,begitu ternyata. Tapi, aku benar-benar tertipu. Aku pikir kau…..”
”kenapa? Ada apa denganku?
”aku…aku pikir kau masih seumuranku” kataku lalu tertunduk malu.
”jeongmal….? Omoo,hahaha…ternyata aku masih terlihat seperti anak SMA
ya…” kata yonghwa dengan tertawa dan sekilas melihat padaku.
”makanya tadi pagi waktu bertemu di halaman sekolah,aku tanya apa kau
murid baru? Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Wajahmu benar-benar
menipu”
”ini bukan menipu tapi anugerah”jawabnya lagi masih dengan tawanya.
”tapi kalau kau anak kuliah berarti….aigoo,aku benar-benar…..Mianhaeyo,Oppa…”
”Mwo…?Oppa….?”
”Ne..,Oppa kau khan lebih tua dariku. tidak sopan jika aku memanggil
oppa dengan sebutan yonghwa-ssi. Jadi mulai sekarang aku akan
memanggilmu dengan sebutan Oppa”
”aigoo, kau benar-benar lucu…”kata yonghwa lalu mengacak rambutku pelan.
DEG…….!!!
Ada apa dengan jantungku? Kenapa tiba-tiba berdetak kencang? Tapi kok
perasaanku senang di perlakukan seperti itu? Apa karena baru kali ini
aku merasakannya? Tapi,masa iya aku menyukai yonghwa oppa? Aku khan baru
mengenalnya?
# # #
”keiko, tangkap bolanya”teriak hwayoung lalu meng-oper bola padaku
dan dengan sigap aku menangkapnya. Akupun berlari sambil mendribbel bola
lalu tiba-tiba ku rasakan pusing yang begitu menyiksa. Aku terus
berusaha menahannya dan terus berusaha berlari. Ketika tetap berada di
depan papan keranjang, dengan sisa-sisa kekuatan yang ada aku melempar
bola kearah keranjang dan Bruuukk….semuanya langsung berubah gelap.
TO BE CONTINUE….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar