Free Flower Cursors at www.totallyfreecursors.com
SEINDAH LANGIT BIRU: If i can, i want stay with you/Twoshoot (1)

Rabu, 19 September 2012

If i can, i want stay with you/Twoshoot (1)

Cast : Keiko, jung yong hwa, hwayoung
Genre : sad romance (?)
Lenght : Twoshoot
PG : +15
Sumber inspirasi : acara 17′belasan saat ini yg sdng brlangsung di kmpungq.
Aloha chingudeul… I’m comeback dgn FF baru. Kalo selalunya genre happy romance, skrg lg nyoba..(kali aja dpt feel’nya) genre sad romance….hihihi, moga aja gak mengecewakan.
Happy Reading….
Seperti biasa,,,kalo gak suka,tinggalkan saja di tong sampah cerita ini.
”yeoboseyo”jawabku dengan suara khas baru bangun tidur,yang saat itu masih dengan mata sedikit terbuka dan nyawa yang belum kembali sepenuhnya pada tubuhku karena masih berada di alam bawah sadar.
”yak,Keiko…jam segini kau masih enak-enaknya tidur? Apa aku lupa sekarang jam berapa?”teriak hwayoung di seberang sana. Sontak,aku menjauhkan telepon dari telingaku,takut telingaku menjadi tuli karena teriakannya.
”tidak perlu berteriak, aku mempunyai pendengaran cukup baik. Memangnya ada apa?”tanyaku santai sambil menguap.
”aigoo, kau benar-benar membuat orang marah. Apa kau lupa jam 4 kita ada pertandingan basket?”omel hwayoung lagi. Mataku seketika membulat dan dengan gerakan cepat menyambar jam yang terletak di atas meja. 15.30 pm.
”kyaa,aku lupa. 15menit lagi aku kesana. Bye..bye..”kataku lalu menutup telepon tanpa menunggu jawaban hwayoung. Dengan gerakan cepat,aku mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi.
####
Bruk…….!
”jalan pake mata gak sih?”kata seseorang yang aku tabrak.
”Mianhae…”kataku sambil membungkukkan badanku berulang kali.
”Kau pikir dengan minta maaf semua akan kembali baik?”kata orang itu lagi. Aku mengangkat wajahku dan menatapnya kesal.
”maumu aku harus apa?aku khan sudah minta maaf”kataku lagi lalu melihat jam di pergelangan tanganku. ”mwo…? Aku terlambat”teriakku lalu berlari meninggalkan orang itu. Aku terus berlari tanpa menghiraukan teriakan orang itu.
”mi…an..hae…aku terlambat”kataku dengan napas ngos-ngosan ketika tiba di depan tim basket sekolahku.
”ya,sudah. Tidak apa-apa. Silahkan kau bersiap.sedikit lagi kalian akan bertanding”jawab pelatihku. Aku pun lalu bergabung bersama teman timku.
###
”apa kau ingin mati muda? Kenapa tiap kali jalan kau tidak menggunakan matamu?”omel seseorang yang menolongku.
”kamsahamnida….”kataku dengan membungkukkan badanku lalu pergi meninggalkannya.
”yak,aku belum selesai bicara..”kata orang itu lagi lalu menahan tanganku.
”apa lagi?aku khan sudah ucapkan terima kasih”kataku dengan lemas.
”apa kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat”kata orang itu lagi.
”gwencana..! Aku pergi. Jeongmal kamsahamnida”kataku lalu pamit pergi.
”tunggu. Aku akan mengantarmu. Aku tidak mungkin membiarkanmu pulang dengan keadaan seperti itu”cegatnya.
”tidak perlu.aku…..”kataku dengan tatapan ragu bercampur takut.
”jangan menatapku seperti itu. Aku bukan orang jahat”potongnya,seolah mengerti apa yang aku pikirkan.
”baiklah”kataku dengan anggukkan.
###
”Keiko..,Keiko…”teriak hwayoung sambil terus berlari kearahku.
”ada apa denganmu?apa kau tidak capek selalu berteriak seperti itu?aku benar-benar akan tuli jika kau seperti ini setiap saat” omelku padanya.
”hehehe,Mian…”kata hwayoung dengan nyengir sambil mengangkat 2 jarinya membentuk tanda V.” aku punya kabar baik. Pelatih pengganti sementara kita sudah ada. Dan kau tau…….”lanjut hwayoung dengan tampang senyum-senyum tidak jelas.
”aku tak butuh senyumanmu itu. cepat lanjutkan.”
”yak,keiko..kau benar-benar menyebalkan. Aku malas”omel hwayoung.
”mian…ayo,lanjutkan ceritamu. Ada apa dengan pelatih pengganti kita?”bujukku.
”ah,Molla….”kata hwayoung lalu pergi meninggalkanku. Akupun berlari mengejarnya.
”ayolah,aku minta maaf”bujukku lagi sambil terus mengikuti hwayoung tanpa melihat jalan. Dan….
Bruuuk……!
Aku menabrak seseorang.
”keiko-ssi….” ucap seseorang. Akupun berdiri dan mengangkat wajahku menatap orang itu.
”Omo,Yonghwa-ssi…,Mianhae…”
”ne,cheonma. Aneh ya, setiap bertemu selalu seperti ini. Atau jangan-jangan hobbymu menabrak orang”
”hehehe,jeongmal mianhaeyo yonghwa-ssi…”kataku malu.
”hehehe,aku cuma bercanda”
”oh,begitu. Tapi apa yang kau lakukan di sekolahku? Apa kau sekolah di sini juga? Tapi kok aku baru lihat. Atau kau siswa baru?”cecarku dengan banyak pertanyaan.
”aniya. Aku…..”
Teng..Teng..Teng…
”omo,mianhae yonghwa-ssi, aku harus masuk kelas. Annyeong…”potongku tiba-tiba ketika terdengar bel berbunyi.
”Annyeong….”
# # #
”hwayoung, kau masih marah padaku?”tanyaku sambil menyenggol pelan lengannya ketika kami berkumpul di gedung olaraga sekolah untuk latihan.
”Mwo….?”ketus hwayoung.
”Mianhaeyo hwayoung-ah….”
”hahaha,tampangmu benar-benar lucu”gelak hwayoung. Aku spontan memukul lengannya mengetahui dia mempermainkanku.
”benar-benar…,aku pikir kau marah”kataku ikut tertawa.
”Annyeong haseyo…”
Terdengar sapaan dan ruanganpun langsung sunyi seketika.
”aku pelatih pengganti sementara kalian. Perkenalkan namaku yonghwa”
”Mwo….?”teriakku kaget lalu menutup mulutku. Semua orang dalam ruanganku termasuk pelatih pengganti itu menatapku sekilas lalu kembali melanjutkan perkataannya. Aku hanya tertunduk karena malu sekalian menghilangkan kagetku. Hwayoung menyenggol lenganku pelan.
”kenapa kau berteriak?”
”ani…”gelengku lalu pura-pura fokus menatap ke depan mendengar perkataan pelatih itu.
”ige mwoya…? Kenapa jadi begini? Benar-benar memalukan”batinku.
”baiklah. Sekian perkenalan dari saya. Sekarang waktunya buat latihan. Bubar” kata pelatih pengganti alias yonghwa dan kamipun membubarkan diri untuk mempersiapkan diri latihan.
# # #
”keiko-ah..,kenapa kau berteriak tadi? Apa kau mengenal pelatih pengganti kita itu?”tanya hwayoung ketika kami berjalan pulang selesai latihan.
”Aku…aku….! Aniya. Aku tidak mengenalnya”
”jeongmal…? Tapi kenapa kau terlihat gugup begitu?”selidik hwayoung.
”aku…..”
”keiko-ssi,apa kau akan pulang?”tanya yonghwa yang tiba-tiba muncul dan menghentikan pembicaraan kami.
”oh,pelatih. Ne….”anggukku.
”aigoo,tidak perlu seperti itu. Inikan bukan suasana latihan”
”tapi….”jawabku ragu.
”tidak apa-apa. Apa kau mau aku antar?”
”tidak perlu.aku pulang bareng temanku”tolakku langsung sambil menunjuk hwayoung yang sedari tadi berdiri bingung tak percaya apa yang sedang terjadi.
”annyeong haseyo,pelatih…”sapa hwayoung dengan tersenyum tapi seperti di buat semanis mungkin. ”ada apa dengannya?”batinku heran.
”oh ne, annyeong. Baiklah kalau begitu, aku duluan”
”aniya,pelatih. aku harus singgah di suatu tempat.jadi,aku tidak bisa pulang bersama keiko”potong hwayoung langsung. Dan akupun langsung menatapnya tajam. Tapi yang di tatap tenang-tenang saja seakan semua baik-baik saja.
”benarkah…?”
”ne,pelatih. Kalau begitu aku pamit pelatih. Annyeong….”kata hwayoung lalu menatapku dengan tatapan ka-u ha-rus men-je-las-kan apa ya-ng ter-jadi se-be-nar-nya.
# # #
”Ehem,anu….”
”ada apa…? Apa kau mau bertanya kenapa bisa aku jadi pelatih kalian?”potong yonghwa dengan tetap fokus menyetir. Akupun hanya mengangguk.
”Pelatih kalian adalah pamanku.tapi karena paman sedang sakit dan kalian tidak ada yang melatih apalagi sekarang lagi mengikuti pertandingan.jadi, paman memintaku menggantinya melatih dan mendampingi kalian sampai dia sehat kembali. Aku menerima tawaran itu karena aku pikir itu menyenangkan mengisi liburan kuliahku daripada hanya bengong di rumah”jelas yonghwa panjang lebar.
”oh,begitu ternyata. Tapi, aku benar-benar tertipu. Aku pikir kau…..”
”kenapa? Ada apa denganku?
”aku…aku pikir kau masih seumuranku” kataku lalu tertunduk malu.
”jeongmal….? Omoo,hahaha…ternyata aku masih terlihat seperti anak SMA ya…” kata yonghwa dengan tertawa dan sekilas melihat padaku.
”makanya tadi pagi waktu bertemu di halaman sekolah,aku tanya apa kau murid baru? Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Wajahmu benar-benar menipu”
”ini bukan menipu tapi anugerah”jawabnya lagi masih dengan tawanya.
”tapi kalau kau anak kuliah berarti….aigoo,aku benar-benar…..Mianhaeyo,Oppa…”
”Mwo…?Oppa….?”
”Ne..,Oppa kau khan lebih tua dariku. tidak sopan jika aku memanggil oppa dengan sebutan yonghwa-ssi. Jadi mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan sebutan Oppa”
”aigoo, kau benar-benar lucu…”kata yonghwa lalu mengacak rambutku pelan.
DEG…….!!!
Ada apa dengan jantungku? Kenapa tiba-tiba berdetak kencang? Tapi kok perasaanku senang di perlakukan seperti itu? Apa karena baru kali ini aku merasakannya? Tapi,masa iya aku menyukai yonghwa oppa? Aku khan baru mengenalnya?
# # #
”keiko, tangkap bolanya”teriak hwayoung lalu meng-oper bola padaku dan dengan sigap aku menangkapnya. Akupun berlari sambil mendribbel bola lalu tiba-tiba ku rasakan pusing yang begitu menyiksa. Aku terus berusaha menahannya dan terus berusaha berlari. Ketika tetap berada di depan papan keranjang, dengan sisa-sisa kekuatan yang ada aku melempar bola kearah keranjang dan Bruuukk….semuanya langsung berubah gelap.
TO BE CONTINUE….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar